Priorotastv.com, Tanggamus, Lampung – Endang, seorang saksi kunci dalam kebakaran yang melanda SMP Muhammadiyah Gisting di Jalan Irigasi Pekon Gisting Bawah, berbagi kisah detik-detik mencekam saat kejadian itu terjadi. Saat itu, istri Endang hendak memasak sahur untuk bulan puasa Ramadhan 1445 Hijriah.
“Saya lihat lampu sekolah biasanya warna putih, tapi tiba-tiba ada warna merah. Penasaran, saya mendekati tembok untuk melihat, dan saya terkejut melihat kebakaran,” cerita Endang dengan nada tegang kepada Prioritastv.com, Selasa 19 Maret 2024.
Tanpa ragu, Endang segera melaporkan kebakaran itu kepada kepala sekolah Hartono, dengan harapan bantuan segera diberikan. Namun, api terus membesar sebelum bantuan datang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya lapor ke Pak Hartono, saya bilang sekolahan kebakaran, saya minta bantuan mobil pemadam secepatnya,” tambahnya.
Ketegangan semakin memuncak ketika mobil pemadam tiba namun terlambat untuk mengatasi kobaran api yang semakin membesar dengan cepat.
“Saya tinggal di rumah yang berbatasan langsung dengan tembok sekolah, jadi banyak warga yang datang memberikan bantuan. Mereka semua berbondong-bondong membantu memadamkan api,” ungkap Endang.
Beruntungnya, Endang memiliki bak mandi yang penuh air, yang kemudian digunakan bersama dengan bantuan warga untuk membantu memadamkan api hingga akhirnya berhasil.
“Saat pemadam akhirnya tiba, bangunan sudah hampir habis terbakar. Mereka hanya bisa mematikan api yang masih tersisa,” lanjut Endang.
Meskipun kebakaran itu menghanguskan sebagian bangunan sekolah, rumah Endang selamat dari amukan api berkat kesiapan warga dan bak mandi yang penuh air.
Kisah Endang menjadi gambaran kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi musibah yang mendebarkan ini. Semoga kejadian serupa tidak terulang, dan semoga sekolah dan masyarakat sekitar segera pulih dari dampak kebakaran ini.
Diketahui, Polisi telah memberikan keterangan resmi kebakaran sejumlah gedung di SMP Muhammadiyah di Jalan Irigasi Pekon Gisting Bawah, Kecamatan Gisting dilalap si jago merah yang terjadi pada Selasa, 19 Maret 2024 saat warga hendak melaksanakan sahur Ramadhan 1445 Hijirah. (Herdi)







