Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Dibalik senyum yang terus dipertahankan, terdapat cerita pilu seorang wanita bernama Rohayati, akrab dipanggil Iroh. Dalam usia yang sudah tidak muda lagi, ia masih menyimpan satu harapan besar, bertemu kembali dengan kakak kandungnya yang terpisah selama 45 tahun.
Cerita ini memilukan, mengisahkan perjuangan seorang adik dalam mencari titik temu dengan bagian dari dirinya yang hilang. Dalam kenangannya, Iroh berbagi tentang keluarga besar yang terpisah oleh waktu dan jarak.
Iroh adalah salah satu dari lima saudara kandung, tumbuh di lingkungan yang penuh kasih dan kebersamaan. Namun, takdir berkehendak lain ketika kakak tertuanya, Kartini, melangkah ke jalan baru setelah menikah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketika 45 tahun lalu, suami Kartini membawa sang kakak merantau menjauh dari tanah kelahiran di Blambangan, Jambatan Gantung, Kota Bumi, Lampung Utara. Sejak saat itu, Iroh dan saudara-saudaranya terpisah dengan Kartini.
“Saya Rohayati nama panggilan Iroh, 5 bersaudara. Nama ibu kandung Saniah dan ayah kandung Mustaqim. Urutannya, Kartini, Rohayati, Jadid, Mas Amah dan Muslimah. Sudah 45 tahun saya berpisah tidak bertemu dengan kakak kandung tertua saya bernama Kartini,” kata Iroh kepada kantor berita Prioritastv.com, Rabu 24 April 2024.
Iroh menjelaskan, ayahnya yang tercinta telah tiada, meninggalkan mereka dalam kepedihan yang mendalam. Kemudian, ibu mereka memutuskan untuk membawa mereka pindah ke Bandar Lampung, namun memori akan Kartini dalam jarak yang semakin jauh tetap difikirannya.
Namun, di tengah hening malam, ingatan akan Kartini masih menghantuinya. Iroh mengenang Kartini dengan penuh rindu, hanya dapat menyimpan kenangan yang semakin pudar di lorong waktu.
“Hanya satu hal yang masih terpatri dalam ingatan saya, Kartini dan putrinya bernama Rinah. Seakan menjadi satu-satunya tali penghubung dengan masa lalu yang terkubur. Saya ingin bertemu,” lirihnya.
Kini, dengan tekad yang bulat, Iroh menemukan keberanian untuk mencari kembali bagian dari dirinya yang terhilang. Dengan segala sisa kekuatannya, dia mengangkat suara dalam bentuk berita ini. Iroh memperkirakan Kartini berada di Ulu Belu Tanggamus, sebab suaminya dahulu mengaku akan membawa kesana.
“Harapan saya, bahwa suara ini akan sampai ke telinga yang tepat. Saya memohon, dengan doa yang tak henti, agar keluarga Kartini dan Rinah, dimanapun mereka berada, membaca pesan ini,” ungkapnya.
Iroh berharap, di antara jutaan orang yang membaca berita ini, ada satu yang membawa kabar baik, membuka pintu untuk pertemuan yang telah terlalu lama tertunda.
Nomor adik ipar Iroh, bernama Ahmad Robani Al-Bantani, suami dari adik bungsunya bernama Muslimah, dipampang dengan harapan yang menggebu. Harapan akan pertemuan yang ditunggu-tunggu, akan kehangatan pelukan yang telah lama hilang.
“Saya saat ini tinggal di Jalan Merbau, Gang Mentru Satu, RT 01, Kelurahan Tanjung Raya, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung. Atau dapat menghubungi nomor adik ipar saya Ahmad Robani Al-Bantani 0895-0669-6891,” tutupnya.
Di balik setiap kata, terdapat denyut hati seorang adik yang penuh cinta dan rindu. Dalam kesunyian malam, doa-doa Iroh bergema, memohon agar rahmat Tuhan membimbing langkah-langkahnya menuju pulang, ke pangkuan keluarga yang telah lama merindukannya. (Herdi)







