Muzani Tokoh Adat Tanggamus Kecam Penggunaan Maskot Pilkada oleh KPU Bandar Lampung

- Jurnalis

Selasa, 21 Mei 2024 - 13:20

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Muzani, yang bergelar Tumenggung Sangun Kakhai dari Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Berak Kepaksian Pernong Lampung, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bandar Lampung terkait penggunaan maskot Pilkada yang dinilai tidak pantas. Maskot tersebut, berbentuk monyet dan mengenakan pakaian adat Lampung, menuai kritik tajam dari berbagai kalangan masyarakat adat.

Dalam pernyataannya, Muzani menekankan bahwa pakaian adat Lampung memiliki nilai sakral dan martabat tinggi yang harus dijaga dan dihormati.

“Pakaian adat Lampung bukan sekadar busana, tetapi merupakan simbol kebudayaan dan identitas yang memiliki nilai historis dan spiritual mendalam,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, penggunaan pakaian adat pada maskot berbentuk monyet sangat tidak sensitif dan merendahkan nilai-nilai budaya yang telah dijunjung tinggi oleh masyarakat Lampung.

Muzani mengingatkan bahwa sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan pemilihan umum, KPU seharusnya lebih berhati-hati dalam memilih simbol atau maskot yang akan digunakan.

Ia menambahkan bahwa seharusnya ada konsultasi dengan tokoh adat dan masyarakat lokal sebelum mengambil keputusan yang dapat berdampak pada perasaan dan martabat budaya setempat.

“Keputusan ini mencerminkan kurangnya pemahaman dan penghargaan terhadap kearifan lokal. Kami berharap KPU segera mengevaluasi dan menarik kembali penggunaan maskot tersebut untuk menghormati budaya dan tradisi kami,” tegas Muzani.

Reaksi dari masyarakat adat lainnya juga serupa, dengan banyak yang menyuarakan keprihatinan dan ketidaksetujuan mereka melalui media sosial dan berbagai forum komunitas. Mereka menuntut permintaan maaf resmi dari KPU serta perubahan maskot yang lebih menghormati nilai-nilai budaya Lampung.

Sementara itu, Komisioner KPU Bandar Lampung, Hamami, dalam rilisnya menyebut KPU Kota akan menghentikan penggunaan maskot, hingga dilakukan perubahan/ perbaikan disain khususnya dalam penggunaan atribut adat Lampung setelah mempertimbangkan masukan dan saran para pihak khususnya Lembaga Adat di Lampung. (Asrul)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru