Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Seorang buruh tani bernama Muhammad Budi Utomo (59) ditemukan tewas membusuk di sebuah gubuk di areal perkebunan Pekon Banjarejo, RT 001 RW 004, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu.
Menurut informasi yang dihimpun korban pertama kali ditemukan oleh saksi Bunari (54), warga setempat, pada Rabu 10 Juli 2024 pukul 17.00 WIB. Saat itu Bunari bermaksud memberitahu korban bahwa ayam peliharaan korban telah merusak tanamannya.
Ketika tiba di gubuk tempat korban tinggal, saksi mencium bau tidak sedap dan memanggil-manggil korban namun tidak ada jawaban. Saksi kemudian masuk ke dalam gubuk untuk mencari korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Alangkah terkejutnya Bunari saat menemukan jasad korban terbaring di tempat tidur dalam kondisi membengkak, menghitam, dan dipenuhi belatung. Sehingga Bunari langsung berlari ke perkampungan dan memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar.
Sementara itu, Kapolsek Sukoharjo, Iptu Riyadi, mengatakan pihaknya bersama Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Pringsewu dan pihak medis dari Banyumas telah turun ke lapangan, melakukan olah TKP, dan memeriksa jasad korban.
“Saat ditemukan, jasad korban tergeletak terlentang di tempat tidur yang terbuat dari kayu, dalam kondisi membengkak, menghitam, mengeluarkan bau tidak sedap, dan dikerumuni belatung,” kata Riyadi, Kamis 11 Juli 2024.
Riyadi menyebut, korban Muhammad Budi Utomo yang sudah lebih dari setahun tinggal menumpang di gubuk berukuran 2×2 meter milik Paryanto di areal perkebunan yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari pemukiman penduduk.
“Pihak medis memperkirakan korban sudah tidak bernyawa sejak 4-5 hari yang lalu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolsek menduga kematian korban tidak ada unsur tindak pidana melainkan karena sakit. Hal ini diperkuat oleh keterangan pihak medis yang menyebutkan tidak ditemukan luka atau tanda bekas kekerasan pada tubuh korban.
Korban dikenal warga, suka hidup menyendiri dan jarang berbaur dengan warga sekitar, ia berasal dari Kecamatan Kedodong, Kabupaten Pesawaran, yang sering berpindah-pindah dan menumpang di gubuk atau kebun milik warga.
“Saat ini jasad korban telah dievakuasi ke RSUD Pringsewu untuk dilakukan pemeriksaan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak keluarganya yang berasal dari Kecamatan Kedodong,” tandasnya. (Davit)







