Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Kelompok Usaha Kecil Menengah Hasil Laut Bakti Pertiwi (UKM HL Baper) di Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, kini mendapatkan dukungan penuh dari Politeknik Negeri Lampung (Polinela).
Dukungan ini diberikan dalam bentuk bantuan teknis dan alat produksi untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pembuatan terasi berbahan rebon, yang terdiri dari mesin penggiling dan alat penjemuran.
Bantuan ini diharapkan dapat menunjang perekonomian keluarga yang tergabung dalam UKM HL Baper. Bahan baku utama terasi yang digunakan adalah udang kecil (rebon) yang diperoleh dari para nelayan setempat di Kabupaten Tanggamus, yang tersebar di daerah Kota Agung, Digul, dan Wonosobo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut M. Rasid, pendamping UKM HL Baper Pekon Sukabanjar, kelompok ini mulai memproduksi terasi pada akhir tahun 2023. Meski masih baru, produk terasi mereka sudah dipasarkan hingga ke Jabodetabek.
“Kami sangat bersyukur mendapat perhatian dan bantuan dari Polinela berupa alat jemur dan mesin dinamo penggerak untuk menggiling bahan baku,” ujar M. Rasid pada Sabtu, 13 Juli 2024.
Rasid menjelaskan bahwa bahan baku terasi berupa rebon diperoleh dari laut di daerah Sukabanjar, Kota Agung, dan Digul.
“Harapannya, usaha ini dapat berkelanjutan karena ini melibatkan ibu-ibu untuk menambah ekonomi keluarga,” tambahnya.
Sementara itu, Wiranto, dosen Polinela yang turut mendampingi UKM HL Baper, menjelaskan bahwa pihaknya memberikan pelatihan mengenai pembuatan dan pengolahan terasi agar menghasilkan produk berkualitas.
“Pelatihannya mencakup perubahan dari terasi mentah menjadi terasi yang siap dipanggang, mulai dari proses pembuatan hingga pengeringan dengan memanfaatkan tenaga matahari,” jelas Wiranto. Ia juga menyebutkan bahwa produk akhir akan berbentuk granul.
Wiranto menambahkan bahwa dengan bantuan alat pengering, proses pengeringan dapat dipercepat secara signifikan.
“Dengan bantuan alat pengering, proses yang biasanya memakan waktu 2 jam, dengan alat pengering, dalam tempo 1 jam kita sudah bisa mendapatkan rebon yang siap diolah,” ujarnya.
Bantuan dan pelatihan yang diberikan oleh Polinela merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat.
“Untuk menjalani program ini, kami harus mengajukan beberapa proposal untuk diseleksi,” tandas Wiranto.
Inisiatif ini tidak hanya membantu meningkatkan kualitas produk terasi dari UKM HL Baper tetapi juga memperkuat perekonomian lokal dengan melibatkan lebih banyak warga, khususnya ibu-ibu, dalam proses produksi.
Dukungan Polinela menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara institusi pendidikan dan masyarakat dapat membawa perubahan positif dan berkelanjutan bagi ekonomi lokal. (Herdi)







