Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Komandan Pos SAR Tanggamus Robi Rusli telah memberikan keterangan resmi penemuan jenazah Abdul Kholid (67) nelayan tenggelam Pantai Kiluan Jaya Pekon Negeri Kelumbayan, Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus, Lampung.
Menurut Robi, tim SAR gabungan pada pukul 15.50 WIB mendapat informasi bahwa ada sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki di bibir Pantai Batu Suluh. Lalu Tim SAR gabungan menuju ke lokasi via darat untuk memastikan identitas jenazah.
Tiba di lokasi tim SAR gabungan bersama pihak keluarga menyatakan benar bahwa jenazah yang ditemukan sesuai dengan ciri ciri korban dan berhasil mengidentifikasinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada koordinat 5°45’11.48″S – 105° 4’30.74″E atau sekitar 2,5 Km dari lokasi kejadian dan dibawa ke rumah duka,” kata Robi.
Robi menambahkan, dengan telah ditemukannya korban makan operasi SAR dinyatakan ditutup.
“Untuk SAR gabungan yang terdiri dari Babinsa Kelumbayan, Polsek Limau, Polair Polda Lampung, Polair Polres Tanggamus, Pos TNI AL Teluk Kiluan, Aparat Kec. Kelumbayan dan nelayan setempat dikembalikan ke satuan masing masing dan diucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.”, tutupnya.
Sebelumnya, diberitakan berdasarkan video yang diterima, jasad Abdul Kholid ditemukan oleh warga di pantai Karang Canggung, Batu Suluh, Pekon Negeri Kelumbayan, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Sabtu 3 Agustus 2024, sore.
Dalam video pendek tersebut, terlihat jasad Abdul Kholid mengenakan kaus berwarna hitam. Kondisi tubuh korban sudah memucat dan mengambang di atas batuan pantai.
Diketahui, kronologi kejadian bermula pada Selasa malam, 30 Juli 2024, sekitar pukul 20.00 WIB, saat Abdul Kholid pergi ke Pantai Kiluan Jaya untuk memancing ikan, seperti yang biasa dilakukannya setiap hari.
Namun, pada Rabu pagi, 31 Juli 2024, korban belum kembali ke rumah, sehingga keluarga dan warga setempat memutuskan untuk mencarinya di lokasi biasanya ia memancing.
Di lokasi tersebut, mereka menemukan alat pancing, golok, senter, dan sisa bekas muntahan yang diduga milik korban. (Aulia Rifai)







