Viral Aksi Perudungan di Kecamatan Pematang Sawa, Tanggamus, Pelajar SMPN 1 Jadi Korban

- Jurnalis

Senin, 12 Agustus 2024 - 08:44

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto saat korban mengalami aksi perudungan di Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus | Video Tangkapan Layar.

Kolase foto saat korban mengalami aksi perudungan di Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus | Video Tangkapan Layar.

Prioritastv.com, Tanggamus, Sebuah video pendek yang diunggah di akun media sosial Tapis Jejama Tanggamus II mendadak viral dan mengundang perhatian publik. Video tersebut memperlihatkan aksi perudungan yang menimpa seorang pelajar SMP Negeri 1 Pematang Sawa insial A.

Dalam video tersebut, A yang mengenakan seragam Pramuka tampak terduduk di tanah berpasir. Saat mencoba bangkit, seorang pelajar lain tiba-tiba melayangkan tendangan ke arah dadanya. Ironisnya, beberapa pelajar lain yang berada di lokasi hanya duduk di bangku panjang tanpa berusaha melerai kejadian tersebut.

Akun Tapis Jejama Tanggamus II dalam unggahannya mempertanyakan tindakan yang seharusnya diambil terkait kasus ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita pantau dan bagi yang tau hukum. Apa sudah bisa kita melaporkan penganiayaan dan pengancaman, Sebab korban diancam akan dianiaya kembali jika mengadu,” tulis akun tersebut.

Ia menyebut, pihak keluarga korban sangat kecewa dengan sikap pihak sekolah yang dianggap lamban dalam menangani kasus ini. Dalam rapat yang digelar di sekolah, pihak sekolah menyatakan belum memberikan izin untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang. Mereka berdalih masih menunggu hasil pemeriksaan medis korban yang dijadwalkan akan dilakukan esok hari.

Keluarga korban merasa tidak terima dengan penundaan ini, mengingat A pernah menjalani operasi usus buntu, dan khawatir kondisinya semakin memburuk akibat kekerasan yang dialaminya.

“Besok pula keputusan dari pihak sekolah SMP Negeri 1 Pematang Sawa. Kami sekeluarga dan yang memberi rasa iba berharap kasus ini ditindaklanjuti sesuai undang-undang, antara hukum dan Penganiayaan,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan akun tersebut, ia mengaku bahwa pihak keluarga mengetahui kejadian tersebut pada Sabtu, 10 Agustus 2024, sore, namun Andre tidak bercerita lantaran takut atas ancaman jika melapor.

“Semalam ditanya ibunya dan dia bilang di ancam kalau ngadu,” katanya.

Ia menambahkan, untuk mengetahui keadaan A, pihak keluarga juga sudah membawanya untuk melakukan rontgen di RSUD Batin Mangunang, Kota Agung.

Sementara itu, Kepala SMPN Pematang Sawa, Burhanuddin mengatakan, kasus perundungan terjadi di SMP tersebut saat jam istirahat.

“Awalnya beberapa siswa tidak terlibat dalam perkelahian. Namun, adanya provokasi dari siswa kelas 9 menyebabkan perkelahian terjadi. Siswa kelas 9 tersebut bahkan sempat merekam kejadian itu dalam sebuah video,” kata Burhanuddin.

Burhanuddin menjelaskan, pihak sekolah telah secara rutin memberikan himbauan setiap hari Senin mengenai pentingnya menjaga tata tertib, termasuk larangan melakukan tindakan pemalakan dan perundungan. Meskipun demikian, insiden ini tetap terjadi.

“Setelah kejadian, pihak sekolah segera memanggil empat siswa yang terlibat ke kantor untuk menyelesaikan permasalahan secara internal. Guru BK juga dilibatkan dalam upaya penyelesaian. Pada sore harinya, situasi berkembang dan masalah tersebut dibawa ke tingkat orang tua siswa,” jelasnya.

Ditambahkannya, hari ini Senin 12 Agustus 2024, pihak sekolah mengundang orang tua dari keempat siswa tersebut serta kepala pekon dari beberapa desa yang terkait, yakni Waynipah, Guring, dan Tanjungan, beserta komite sekolah dan Babinkamtibmas.

“Pertemuan ini direncanakan untuk mencari penyelesaian yang lebih menyeluruh dan melibatkan semua pihak terkait,” tandasnya. (Edi Hidayat)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru