Prioritastv.com, Lampung Timur – Warga Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur, digegerkan oleh kasus pencabulan yang melibatkan belasan anak laki-laki. Sebanyak 16 anak dilaporkan menjadi korban tindakan keji yang dilakukan oleh seorang pria paruh baya berinisial MB (36), pemilik rental Playstation (PS) setempat.
Aparat desa setempat mengungkapkan bahwa jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah, karena sebagian korban masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), sementara yang lainnya sudah bersekolah di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kasus ini terungkap setelah salah satu orangtua korban curiga melihat anaknya sering diberi uang dan bermain PS secara gratis di tempat MB. Kecurigaan semakin kuat ketika ibu korban mendatangi tetangganya, yang juga memiliki anak lelaki, dan mengetahui bahwa anak-anak tersebut mendapatkan perlakuan serupa dari MB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Awalnya, M dan E (korban) tidak mengakui apa yang terjadi, dan orang tua mereka sempat membiarkan kejadian itu,” ungkap MM, Kaur Desa setempat, Sabtu (7/9/2024).
Beberapa hari kemudian, beberapa anak yang menjadi korban berkumpul dan mulai membicarakan insiden yang melibatkan M dan E, yang akhirnya mengakui perbuatan tersangka MB.
Modus Kejahatan Tersangka Pencabulan Rental PS Lampung Timur
MB, warga Kecamatan Melinting, diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap dua anak, MD (11) dan ES (12). Modus operandi tersangka MB adalah dengan mengajak korban masuk ke kamar untuk menonton film porno, sebelum mencabuli mereka.
Penyelidikan Kejahatan Pencabulan Rental PS Lampung Timur
Kapolsek Melinting, AKP Saipullah, menyatakan bahwa pihak kepolisian sedang mengembangkan kasus ini dan menduga masih ada korban lainnya yang belum terungkap.
“Kami masih terus mengembangkan penyelidikan terhadap tersangka MB. Ada indikasi kuat bahwa masih ada korban lain yang juga menjadi sasaran kejahatan serupa,” ungkap AKP Saipullah, Sabtu (7/9/2024).
Saat ini, MB telah ditahan oleh pihak berwajib dan akan segera diproses hukum atas tindakan yang dilakukannya. Aparat desa dan kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa anaknya menjadi korban untuk segera melapor. (Erwin)







