Pertanian Metode Tanpa Olah Tanah di Pringsewu Lampung, Hemat 40 Persen Biaya Tanam

- Jurnalis

Senin, 9 September 2024 - 12:44

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Panen perdana padi demplot metode TOT musim tanam gadu 2024 di persawahan Gapoktan Dadisari, Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Senin (9/9/2024).

Panen perdana padi demplot metode TOT musim tanam gadu 2024 di persawahan Gapoktan Dadisari, Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Senin (9/9/2024).

Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Kabupaten Pringsewu kini menjadi sorotan dalam dunia pertanian dengan keberhasilan para petaninya menerapkan metode Tanpa Olah Tanah (TOT) dalam budidaya padi.

Metode ini diyakini merupakan salah satu alternatif untuk menghemat biaya tanam hingga 40%, selain dapat mengurangi biaya produksi dan waktu musim tanam hingga 1 bulan.

Kadis Pertanian Kabupaten Pringsewu Siti Litawati mengatakan metode budidaya TOT adalah sistem budidaya yang minim biaya pada saat olah tanah bagi mempercepat waktu tanam. Hal ini guna mendukung intensifikasi lahan pertanian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Lahan siap panen yang menggunakan metode TOT ini seluas 5 hektar dengan benih padi varietas Inpari-32, yang merupakan benih unggul, karena lebih tahan hama dan penyakit,” kata Siti saat panen perdana padi demplot metode TOT musim tanam gadu 2024 di persawahan Gapoktan Dadisari, Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Senin 9 September 2024.

Penjabat Bupati Pringsewu berharap dengan melihat hasil panen yang diperoleh, kedepan akan semakin banyak petani yang beralih dan menerapkan pola budidaya padi dengan metode TOT ini, meskipun saat ini masih belum banyak yang menggunakannya.

“Melalui TOT, kualitas pertumbuhan tanaman dan hasil panen tidak berbeda dengan penanaman padi biasa, serta konsep pengendalian hama terpadu padi sawah dapat diterapkan, yang tentunya dapat melestarikan kesuburan tanah, mengurani pencucian unsur hara dan jumlah sendimen terangkut,” ujarnya.

Acara panen ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, seperti Pj. Bupati Pringsewu, Dandim 0424 Tanggamus, Anggota DPRD, termasuk juga dinas pertanian dan kelompok tani setempat, yang berkomitmen untuk terus mendukung inovasi pertanian yang mendukung keberlanjutan dan kesejahteraan petani. (Davit)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru