Seorang Buruh PT GPM Lampung Tengah Aniaya Rekan Kerja Akibat Masalah Utang

- Jurnalis

Selasa, 24 September 2024 - 21:14

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka RAD saat diamankan di Polsek Mataram Lampung Tengah.

Tersangka RAD saat diamankan di Polsek Mataram Lampung Tengah.

Prioritastv.com, Lampung Tengah – Seorang pria berinisial RAD (25) dari Kampung Binjai Ngagung, Kecamatan Bekri, Kabupaten Lampung Tengah, harus berurusan dengan pihak berwajib setelah menganiaya rekan kerjanya di PT GPM. Aksi kekerasan ini dipicu oleh masalah utang.

Peristiwa penganiayaan terjadi pada Senin (23/9/24) di Bedeng TS Baru PT GPM, Kampung Mataram Udik, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah. Korban, Oktiarso (52), diserang ketika sedang menonton televisi di bedeng bersama beberapa rekan kerjanya.

Motif Penganiayaan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kapolsek Seputih Mataram, Iptu Sunarto, peristiwa ini bermula dari utang sebesar Rp12 juta yang dimiliki anak buah korban kepada pelaku.

Namun, alih-alih menagih langsung kepada yang bersangkutan, pelaku justru melampiaskan amarahnya kepada Oktiarso, yang dianggap bertanggung jawab atas utang tersebut.

“Korban menjadi sasaran penganiayaan karena pelaku menilai korban bertanggung jawab atas utang anak buahnya,” ujar Kapolsek.

Kronologi Kejadian

Pelaku mendatangi korban sekitar pukul 17.30 WIB dengan membawa sebatang kayu. Tanpa peringatan, RAD langsung menyerang bagian belakang kepala Oktiarso hingga korban tersungkur dengan luka robek yang kemudian memerlukan enam jahitan di Klinik Medical Center PT GPM.

Setelah menerima laporan dari korban, pihak kepolisian segera bergerak dan menangkap pelaku pada Selasa (24/9/24) saat ia sedang bekerja di PT GPM. Barang bukti berupa kayu yang digunakan untuk menganiaya korban juga telah diamankan.

Tersangka Terancam Hukuman Penjara

Iptu Sunarto mengungkapkan bahwa RAD kini sedang diperiksa lebih lanjut untuk mendalami motif di balik penganiayaan ini. Atas perbuatannya, RAD dijerat dengan Pasal 351 KUHPidana terkait tindak pidana penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara maksimal dua tahun.

“Saat ini, pelaku sudah ditahan di Polsek Seputih Mataram dan proses hukum sedang berjalan,” tutup Kapolsek.

Kasus ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya penyelesaian konflik secara damai, terutama dalam lingkungan kerja, guna mencegah terjadinya tindakan kekerasan yang dapat berakibat fatal. (Erwin)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru