Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Masalah kesehatan jiwa masih menjadi tantangan global, termasuk di Indonesia. Beban masalah kesehatan mental terus meningkat, berdampak pada kesehatan fisik, sosial, ekonomi, dan hak asasi manusia di seluruh dunia.
Hal ini disampaikan oleh Penjabat Bupati Pringsewu Marindo Kurniawan melalui Sekda Kabupaten Pringsewu Heri Iswahyudi saat membuka Pertemuan Koordinasi dan Evaluasi Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) di Hotel Regency, Gadingrejo, Senin 14 Oktober 2024.
Penjabat Bupati Marindo menegaskan bahwa pemerintah, baik pusat maupun daerah, memiliki tanggung jawab untuk memastikan kesehatan jiwa masyarakat dengan menyediakan akses terhadap layanan kesehatan jiwa yang berkualitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang menekankan peran penting keluarga dan masyarakat dalam menjaga kesehatan mental.
Menurut data dari Pemkab Pringsewu, saat ini terdapat 912 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), di mana 10 di antaranya masih mengalami tindakan pemasungan. Kasus ini tersebar di tiga kecamatan, yakni Ambarawa (4 orang), Pardasuka (4 orang), dan Pagelaran (2 orang).
Sekda Pringsewu menyebutkan bahwa TPKJM berperan penting dalam koordinasi lintas sektor untuk menangani masalah kesehatan jiwa di Pringsewu. Tugas TPKJM melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga swasta, LSM, organisasi masyarakat, dan kelompok profesi, untuk meningkatkan kesadaran publik terkait kesehatan mental.
“Dengan upaya yang terpadu, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar dan mampu menangani masalah kesehatan jiwa, terutama dalam pembinaan dan pendampingan keluarga ODGJ. Langkah ini juga bertujuan untuk menghindari tindakan pemasungan yang melanggar hak asasi manusia,” ujar Heri Iswahyudi.
Dengan koordinasi yang baik, diharapkan Kabupaten Pringsewu dapat menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental masyarakat dan menangani kasus-kasus pemasungan serta rehabilitasi ODGJ secara lebih efektif. Pemerintah berkomitmen untuk menyusun program jangka menengah dan panjang yang dapat mengatasi tantangan ini secara berkelanjutan.
“Semoga upaya kita dalam menangani masalah kesehatan jiwa ini dapat terus meningkat, sehingga ODGJ dan masyarakat yang rentan bisa mendapatkan perlindungan dan perawatan yang layak,” tutup Heri Iswahyudi.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Wakil Ketua Sementara DPRD Pringsewu Suryo Cahyono, Wakapolres Pringsewu Kompol Robi Bowo Wicaksono, Kepala Dinas Kesehatan Pringsewu diwakili dr. Hadi Muhtarom, dan perwakilan dari berbagai sektor kesehatan. (Samuel)







