Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) resmi menerima Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 699/E/O/2024 tentang Izin Pembukaan Program Sarjana Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter. SK tersebut ditetapkan pada 17 Oktober 2024, menandai sejarah baru di Pringsewu sebagai universitas pertama yang membuka program studi tersebut.
Penyerahan SK secara langsung dilakukan di Kantor LLDIKTI Wilayah II, Palembang, pada Kamis (31/10/2024). Acara ini dihadiri oleh Rektor UAP, Wisnu Probo Wijayanto, S.Kep., Ners., MAN., yang menerima SK secara simbolis dari Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., didampingi sejumlah pejabat seperti Fansyuri Dwi Putra, S.E., M.Si. serta Win Honaini, S.H., M.Si.
Dalam sambutannya, Prof. Iskhaq Iskandar menyampaikan bahwa izin pembukaan prodi ini merupakan pencapaian dari usaha UAP selama bertahun-tahun untuk memperluas layanan pendidikan tinggi di bidang kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini adalah hasil dari komitmen dan kerja keras Universitas Aisyah Pringsewu dalam memberikan pendidikan terbaik,” ujarnya.
Rektor UAP, Wisnu Probo Wijayanto, menyatakan rasa syukur dan bangga atas pencapaian ini.
“Diterimanya SK ini menjadi langkah penting dalam sejarah pendidikan di Kabupaten Pringsewu. Kami siap melahirkan tenaga medis yang profesional, berkompeten, dan memiliki akhlak mulia,” tegasnya.
Program Studi Kedokteran di Universitas Aisyah Pringsewu diharapkan dapat mendukung kebutuhan tenaga kesehatan lokal dan nasional, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan di masyarakat.
Program ini sejalan dengan visi universitas untuk menyediakan akses pendidikan tinggi yang berkualitas di bidang kesehatan, mencetak lulusan yang siap bersaing dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
Dengan adanya program studi baru ini, Universitas Aisyah Pringsewu semakin memperkuat perannya sebagai pelopor pendidikan tinggi di Pringsewu, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk meniti karier di dunia medis tanpa harus meninggalkan kampung halaman. (Davit)







