Prioritastv.com, Bandar Lampung – Insiden aksi jambret yang memicu keramaian terjadi di depan Rumah Makan Bebek Slamet, Jalan ZA Pagar Alam, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, pada Selasa malam (5/11/2024) sekitar pukul 20.45 WIB. Seorang pelaku jambret nyaris tewas dihajar massa sebelum berhasil diamankan oleh personel Satlantas Polresta Bandar Lampung.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Mukhammad Hendrik A, menjelaskan bahwa tersangka, Andrianto (46), ditangkap oleh Aipda Edward dan rekannya yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.
“Melihat warga dan pengguna jalan yang sudah mulai mengeroyok tersangka, anggota segera bergerak mengamankan pelaku dan barang bukti. Tersangka mengaku baru pertama kali menjambret, alasan utamanya adalah kebutuhan hidup,” ujar Hendrik saat dikonfirmasi pada Rabu (6/11/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Andrianto diketahui bekerja sebagai juru parkir di Pasar Pasir Gintung dan merupakan warga Kecamatan Enggal. Setengah jam sebelum insiden, ia telah membuntuti korban, DA (25), sejak di bawah Flyover Mall Boemi Kedaton. Ketika melihat korban yang sedang dibonceng motor, Andrianto beraksi dengan niat spontan.
“Tersangka sendirian dan mengaku niatnya mendadak. Dia melihat tas di punggung korban yang menurutnya berharga. Karena berpikir korban perempuan terlihat lemah, ia memutuskan untuk mengikuti hingga akhirnya beraksi di depan RM Bebek Slamet,” lanjut Hendrik.
Namun, dugaan tersangka meleset. Saat menarik tas dari punggung korban, DA jatuh bersama motornya, dan tersangka ikut terjatuh. Menyadari dirinya dijambret, korban berteriak meminta tolong sambil menarik baju pelaku. Teriakan tersebut mengundang perhatian warga dan pengendara lain, yang langsung memukuli pelaku hingga personel Satlantas datang mengamankannya.
“Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa motor Yamaha Vixion hitam dengan nomor polisi BE 2107 ABN dan tas punggung korban yang berisi laptop dan ponsel,” tutupnya.
Aksi cepat polisi berhasil menyelamatkan tersangka dari amukan massa yang nyaris berakibat fatal. Kasus ini kini dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. (Erwin)







