Penuh Haru, Kelompok Bunga Dekati TNBBS Tanggamus, Penggiring Gajah Ucapkan Salam Perpisahan dan Rindu Keluarga

- Jurnalis

Selasa, 7 Januari 2025 - 17:17

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto kelompok gajah berjalan mendekati kawasan TNBBS dan GPS kelompok tersebut terdeteksi telah dekat kawasan pada Selasa 7 Januari 2025, pukul 15.00 WIB | Dok. Istimewa.

Kolase foto kelompok gajah berjalan mendekati kawasan TNBBS dan GPS kelompok tersebut terdeteksi telah dekat kawasan pada Selasa 7 Januari 2025, pukul 15.00 WIB | Dok. Istimewa.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Proses penggiringan gajah liar menuju kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Tanggamus, Lampung, memasuki momen yang penuh haru. Pada Selasa (7/1), sekitar pukul 15.00 WIB.

Kelompok gajah liar yang diberi nama “Bunga” dipastikan hanya berjarak 470 meter dari kawasan TNBBS. Saat ini, kelompok tersebut masih berada di wilayah Hutan Lindung Batu Celangap, Semaka Tanggamus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Momen emosional terjadi saat tim penggiring yang terdiri dari mahout (pawang gajah) dan petugas kehutanan mengungkapkan kerinduan mereka kepada keluarga.

Momen penuh haru itu terekam kamera tim penggiring, menggambarkan dedikasi para petugas dan harapan akan masa depan yang lebih baik bagi kelestarian alam Indonesia.

Tampak dalam video, kelompok gajah tampak terus bergerak melalui area terjal dan para penggiring meletuskan petasan sebagai tanda bahwa tim masih memantau mereka.

“Pulang, Mbah. Sudah kelamaan taman nasional tidak ditengok. Terima kasih, Mbah. Kami juga nanti sore mau pulang, sudah kangen anak istri,” ucap salah satu penggiring gajah dengan nada penuh kehangatan.

Kapolsek Semaka, AKP Sutarto juga mengkonfirmasi bahwa kelompok gajah telah mendekati TNBBS, namun pihaknya masih terus memantau pergerakan kelompok tersebut. “Iya, sudah dekat. Kami masih di lokasi guna memastikan kelompok gajah tidak balik arah,” tegasnya.

Proses penggiringan kelompok gajah liar ini merupakan bagian dari program pelestarian alam yang bertujuan mengembalikan gajah ke habitat aslinya di TNBBS. Kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai satwa liar, termasuk gajah Sumatera yang saat ini terancam punah akibat kehilangan habitat.

Proses penggiringan ini tidak mudah. Para petugas harus menghadapi medan berat, memastikan keselamatan gajah, serta menjaga keharmonisan satwa dengan ekosistem hutan serta konflik dengan manusia.

TNBBS sendiri merupakan kawasan konservasi penting yang diakui sebagai salah satu Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Dengan kembalinya kelompok “Bunga” ke habitatnya, diharapkan populasi gajah Sumatera di wilayah ini dapat terus berkembang, sekaligus mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar di sekitar kawasan hutan.

Diketahui, sebelumnya serangan kelompok gajah ini menewaskan Suarni Binti Samir (62), sementara suaminya Safar (67) mengalami luka ringan. Dengan kerugian materi berupa 10 gubuk warga mengalami kerusakan parah pada Senin, 30 Desember 2024 pukul 03.00 WIB di Blok 3 Talang Badar, kawasan hutan lindung Register 39B, Kecamatan Bandar Negeri Semuong.

Serangan gajah kembali terjadi dinihari, Kamis, 2 Januari 2025, sekitar pukul 00.15 WIB, di Blok 4 Pekon Gunung Doh. Gajah liar yang masuk ke pemukiman warga merusak sejumlah gubuk, menyebabkan kerugian tambahan berupa 8 gubuk masyarakat.

Serangan terakhir, kemarin Senin, 6 Januari 2025, malam kelompok gajah liar tersebut sempat merusak sejumlah gubuk di Talang Karet Dalam, Pekon Tulung Asahan, Semaka.

Kerusakan meliputi beberapa gubuk milik warga, termasuk milik Juli Pale yang terbalik, serta gubuk Tusiman yang mengalami kerusakan parah pada dinding kayu. Gubuk milik Riki dan Mbah Pardi juga dilaporkan terdampak. (Edi Hidayat)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru