Korban Perundungan di SMP N 1 Sukau Lampung Barat, Berasal dari Keluarga Kurang Mampu

- Jurnalis

Jumat, 24 Januari 2025 - 22:45

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto saat aksi perudungan pelajar SMP yang viral di Lampung Barat dan korban RA saat berada di kediamannya, Jumat 24 Januari 2025.

Kolase foto saat aksi perudungan pelajar SMP yang viral di Lampung Barat dan korban RA saat berada di kediamannya, Jumat 24 Januari 2025.

Prioritastv.com, Lampung Barat – Perundungan yang dialami oleh KS, seorang siswi kelas 8 di SMP N 1 Sukau, menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial pada Rabu 22 Januari 2025.

Siswi yang akrab disapa RA ini mengaku kerap mendapatkan kekerasan fisik dan verbal dari teman-temannya di sekolah.

RA yang berasal dari keluarga kurang mampu, menceritakan bahwa perundungan tersebut bermula ketika ia tidak terima ayahnya, Uyok, diejek oleh teman-temannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rani membalas ejekan tersebut dengan mengejek orang tua pelaku, yang kemudian memicu tindakan kekerasan dari beberapa siswa lainnya.

RA mengungkapkan bahwa perundungan bukan hanya terjadi sekali. Bahkan sebelum video kekerasan itu viral, ia telah beberapa kali mengalami perlakuan serupa dari pelaku yang sama.

Namun, RA memilih diam dan tidak menceritakan kejadian itu kepada orang tuanya.

Ibu korban mengatakan bahwa RA adalah anak yang pendiam, pemalu, dan jarang berbicara. Bahkan, dirinya tidak mengetahui video anaknya viral.

“Saya enggak tau anak saya viral, hingga diberitahu orang lain,” ujar ibu RA dengan mata sembab akibat menangis selama dua malam berturut-turut.

Keluarga RA mengaku tidak memiliki biaya untuk memeriksakan kondisi fisik dan psikologis putri mereka ke fasilitas kesehatan.

Ayah RA bekerja sebagai petani, dan keterbatasan ekonomi membuat mereka hanya bisa berharap agar RA mendapatkan keadilan.

“Saya ingin memastikan anak saya tidak mengalami luka fisik atau trauma, tapi kami tidak punya biaya untuk itu,” tambah ibunya RA.

Keluarga RA berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak dan meminta agar RA tidak lagi menjadi korban perundungan di masa depan.

“Saya hanya ingin anak saya kembali percaya diri dan bisa bersekolah tanpa rasa takut,” harapnya.

Menanggapi insiden ini, pihak sekolah telah mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi kepada tujuh pelaku perundungan.

Empat pelaku dikembalikan kepada orang tua mereka, sedangkan tiga lainnya dijatuhi skorsing.

Sementara itu, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lampung Barat memfasilitasi pertemuan antara korban, pelaku, dan orang tua masing-masing melalui mediasi di ruang restorative justice pada Kamis (23/1/2025).

Kasat Reskrim Iptu Juherdi Sumandi, S.H., M.H., menyatakan bahwa proses mediasi bertujuan mencegah terulangnya kejadian serupa.

“Kami sudah menghadirkan anak-anak yang terlibat dalam video perundungan, termasuk korban dan orang tua mereka, untuk berdamai,” kata Juherdi.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video berdurasi 29 detik yang menunjukkan aksi dugaan perundungan di SMP Negeri 1 Sukau viral beredar di media sosial, Rabu 22 Januari 2025.

Dalam video tersebut, tampak sekelompok siswi berseragam sekolah mengelilingi seorang siswi lain, melontarkan kata-kata kasar dalam bahasa daerah Lampung, serta melakukan tindakan yang diduga kekerasan fisik.

Korban yang mengenakan seragam putih-biru terlihat menangis dan tidak berdaya menghadapi perlakuan kasar tersebut. Peristiwa ini memicu keprihatinan publik, mencoreng citra sekolah, dan memunculkan tuntutan akan tindakan tegas dari berbagai pihak.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya pendidikan karakter di sekolah dan peran orang tua dalam mengawasi serta mendukung anak-anak mereka. (Kamto Winendra)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru