Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Polres Tanggamus dan Polsek jajaran melaksanakan kegiatan penyemprotan jentik nyamuk (fogging) di sejumlah titik pemukiman warga, Senin 27 Januari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kasi Humas Polres Tanggamus, AKP M. Yusuf, yang mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rivanda menyatakan bahwa kegiatan fogging ini merupakan bentuk kepedulian Polres Tanggamus dalam menjaga kesehatan masyarakat.
“Untuk di Polres Tanggamus, fogging dilakukan di Mako Polres, RT 01 Pekon Kampung Baru, dan Dusun Cibodas Pekon Kampung Baru,” ujar AKP Yusuf.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain Polres Tanggamus, kegiatan fogging juga dilaksanakan oleh Polsek jajaran dan bekerja sama dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tanggamus.
“Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan pencegahan penyakit DBD, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar tidak ada tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD,” ujarnya.
Kasi Humas berharap dengan adanya kegiatan fogging ini, diharapkan angka penyebaran DBD dapat ditekan, khususnya pada musim penghujan yang rentan meningkatkan kasus penyakit tersebut.
“Polres Tanggamus akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah wabah penyakit di wilayahnya,” tandasnya.
Diketahui, data DBD Tahun 2023 , Total kasus: 131 dengan Kematian: 1 kasus. Anak-anak: 34 kasus. Dewasa: 97 kasus dan penyebaran: 15 kecamatan. Dengan Wilayah tertinggi: Kecamatan Kota Agung (28 kasus)
Lalu, tahun 2024 Total kasus: 408, dengan Kematian: 0 kasus. Anak-anak: 123 kasus. Dewasa: 285 kasus dan Penyebaran: 18 kecamatan dengan Wilayah tertinggi: Kecamatan Kota Agung (70 kasus).
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus, Taufik Hidayat, kasus DBD banyak menyerang usia dewasa karena aktivitas masyarakat yang tinggi.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada Januari 2025, sudah tercatat 1 kasus DBD dari Kecamatan Wonosobo.
“Demam berdarah ini disebabkan oleh virus yang sangat dinamis dan mudah menyebar melalui aktivitas pekerjaan,” kata Taufik, 13 Januari 2025, lalu. (Herdi)







