Anak Tega Mutilasi Ayah Kandung di Jember Jawa Timur

- Jurnalis

Senin, 27 Januari 2025 - 21:13

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi saat mendatangi TKP mutilasi di Dusun Jadukan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur., Senin 27 Januari 2025 dinihari.

Polisi saat mendatangi TKP mutilasi di Dusun Jadukan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur., Senin 27 Januari 2025 dinihari.

Prioritastv.com, Jawa Timur – Kasus pembunuhan sadis mengguncang Dusun Jadukan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur.

Haji Jen (60) ditemukan tewas mengenaskan dengan tubuh terpisah dari kepala. Pelaku pembunuhan diduga adalah anak kandung korban sendiri, Akbar (19). Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin (27/1/2025) dini hari.

Jasad korban ditemukan sekitar pukul 01.00 WIB. Tubuhnya tergeletak di pinggir jalan dekat tiang bendera, sementara kepalanya ditemukan di rumah seorang tetangga yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut keterangan saksi mata, Koptu Herman Jatmiko bahwa pelaku terlihat menebas leher ayahnya hingga putus.

“Tetangganya melihat pelaku memutilasi bapaknya sekitar pukul 00.00 WIB. Saksi langsung berteriak minta tolong karena syok melihat kejadian tersebut,” kata Koptu Herman Jatmiko.

Baca Juga :

Polisi Dalami Kasus Anak Penggal Leher Ayah di Jember Jawa Timur.

Herman juga mengungkapkan bahwa pelaku diduga mengalami depresi. “Masalah pastinya apa, pihak keluarga sendiri belum mengetahuinya. Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian,” tambahnya.

Jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi, Jember, untuk proses autopsi. Sementara itu, pelaku, Akbar, dibawa ke RSD Balung setelah sempat melakukan percobaan bunuh diri usai membunuh ayahnya.

Polisi kini terus mendalami motif di balik pembunuhan keji tersebut. Aparat juga melakukan pendalaman terhadap kondisi psikologis pelaku untuk mengetahui apakah tindakan tersebut dipicu oleh gangguan mental.

Kejadian ini mengundang perhatian publik, terutama terkait pentingnya memperhatikan kesehatan mental anggota keluarga.

Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis orang di sekitar mereka, terutama jika menunjukkan tanda-tanda depresi atau perilaku tidak wajar. (Dekki)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru