Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Mahasiswa kelompok 80 Program Kuliah Nyata (PKN) dari Politeknik Negeri Lampung (Polinela) sukses menggelar kegiatan penanaman 700 bibit pohon alpukat dan nangka di Pekon Pandansari Selatan, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada Sabtu-Minggu, 15-16 Februari 2025, ini merupakan bagian dari program penghijauan yang digagas oleh mahasiswa PKN Polinela.
Dalam aksi peduli lingkungan tersebut, sembilan mahasiswa PKN Polinela bersama perangkat pekon dan warga sekitar bekerja sama menanam ratusan bibit di lahan yang telah disiapkan. Penanaman ini tidak hanya bertujuan untuk memperindah lingkungan, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Ketua kelompok PKN, Roby Tri Mahendra, menyampaikan bahwa keterlibatan mereka dalam kegiatan ini adalah bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat. “Kami sangat senang bisa berpartisipasi dalam penanaman pohon ini. Pohon-pohon alpukat dan nangka yang kami tanam diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga pekon di masa depan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Kepala Pekon Pandansari Selatan, Puryanto, menyambut baik inisiatif mahasiswa PKN ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya berdampak positif pada lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Saya sangat berterima kasih kepada para mahasiswa yang telah turut serta dalam penanaman pohon ini. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Pekon Pandansari Selatan,” kata Puryanto.
Acara ini diawali dengan penanaman simbolis oleh Kepala Pekon Pandansari Selatan. Dengan harapan, pohon-pohon yang telah ditanam dapat tumbuh subur dan memberikan hasil yang melimpah di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PKN Polinela berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan. Pekon Pandansari Selatan pun diharapkan menjadi contoh sukses dalam pengembangan pertanian berbasis tanaman buah, sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dapat membawa dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian desa. (Putra)







