3 Meninggal, 2.181 Rumah Terendam dalam Banjir dan Longsor di Bandar Lampung, Lampung Selatan dan Pesawaran

- Jurnalis

Minggu, 23 Februari 2025 - 12:29

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto mobil toyota yaris yang ditumpangi Sutiyem setelah evakuasi, kondisi rumah Pasutri paska longsor dan proses evakuasi korban, Sabtu 22 Februari 2025 | Dok. Warga/Humas Polda Lampung/Erwin/Media Prioritastv.com.

Kolase foto mobil toyota yaris yang ditumpangi Sutiyem setelah evakuasi, kondisi rumah Pasutri paska longsor dan proses evakuasi korban, Sabtu 22 Februari 2025 | Dok. Warga/Humas Polda Lampung/Erwin/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Lampung – Banjir dan tanah longsor melanda tiga kabupaten/kota di Provinsi Lampung setelah hujan deras mengguyur sejak Jumat (21/2/2025) malam hingga Sabtu pagi. Akibat bencana ini, sebanyak 2.181 rumah terendam, dan tiga warga dilaporkan meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, mengungkapkan bahwa banjir terjadi di Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kabupaten Pesawaran.

“Data sementara menunjukkan ada 2.181 rumah terdampak di tiga daerah tersebut. Di Bandar Lampung ada 9 kecamatan yang terendam, sementara di Lampung Selatan ada 4 kecamatan, dan di Pesawaran ada 3 kecamatan,” ujar Yuni, Minggu 23 Februari 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yuni menyebut, korban jiwa tercatat di Bandar Lampung. Seorang warga Campang Raya, Sutiyem, meninggal dunia setelah mobilnya terseret arus banjir.

Sementara itu, pasangan suami istri, Haryadi Prabowo dan Rosmaini, tewas tertimpa longsor di rumah mereka di Tanjung Karang Barat.

“Tim Basarnas dan kepolisian terus berjaga dan melakukan penyelamatan. Prioritas utama adalah evakuasi warga, terutama lansia, anak-anak, dan ibu hamil,” tambah Yuni.

Banjir ini terjadi akibat curah hujan tinggi sejak Jumat malam pukul 21.00 WIB hingga Sabtu dini hari pukul 04.00 WIB.

Upaya penanggulangan bencana terus dilakukan, termasuk penyediaan tempat pengungsian dan distribusi bantuan bagi warga terdampak.

Pasutri Tertimpa Longsor di Bandar Lampung, Tinggalkan Dua Anak Kecil

Musibah tanah longsor melanda kawasan Jl. Sisingamangaraja Gg. Kelinci, RT 06 Lk2, Gedong Air, Bandar Lampung, pada Jumat malam 21 Februari 2025 sekitar pukul 22.25 WIB.

Kejadian ini menyebabkan pondasi rumah jebol dan bangunan roboh, mengakibatkan korban jiwa serta kerugian materi yang cukup besar.

Dalam insiden tragis ini, dua orang dilaporkan meninggal dunia, yaitu Hariyadi Prabowo bin Mardiono (39) dan Rosmaini binti M. Ramin (38). Jenazah kedua korban telah dibawa ke RSUD Tjokro Dipo, Bandar Lampung, untuk dipulasara sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Meski peristiwa ini merenggut dua nyawa, dua anak korban berhasil selamat dari reruntuhan rumah yang hancur, yaitu M. Riski Hakiki (5) dan Aisyah Umaroh (1,5).

Keduanya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan saat ini berada dalam perawatan serta pendampingan keluarga.

Akibat longsor ini, rumah korban hancur total dan sebagian besar perabotan tertimbun reruntuhan. Kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 juta.

Mobilnya Terseret Banjir, Sutiyem Meninggal di Drainase

Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung pada Jumat malam (22/2/2025) menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Seorang wanita 33 tahun, Sutiyem, menjadi korban setelah mobil yang ditumpanginya terseret arus dan masuk ke dalam drainase di Jalan Tirtayasa, Kampung Kedaung, Kelurahan Campang Raya.

Menurut keterangan saksi, Sutiyem menaiki mobil Honda Yaris bersama seorang rekannya. Saat melintas di jembatan, kendaraan mereka terseret arus deras dan tersangkut di gorong-gorong.
Saksi sempat melihat seorang perempuan di dalam mobil melambaikan tangan dan berteriak minta tolong.

Saksi kemudian mendekati mobil, berhasil membuka pintu belakang, dan menyelamatkan seorang perempuan dari kursi pengemudi. Namun, satu korban lainnya yang sempat melambaikan tangan tidak ditemukan, diduga sudah terbawa arus air.

Tim pencarian yang terdiri dari warga dan petugas akhirnya menemukan tubuh korban dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan oleh pihak keluarga. (Erwin)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru