Prioritastv.com, Sumatera Barat – Kasus pembunuhan Cinta Novita Sari (15), yang jasadnya ditemukan dalam karung goni di Jorong Sungai Tarab, Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab, mulai menemui titik terang.
Polisi menduga motif utama pembunuhan ini adalah dendam, meskipun penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk mengungkap latar belakang pasti dari dendam tersebut.
Lima hari setelah penemuan jasad korban, tim Reskrim Polres Tanah Datar berhasil menangkap dua terduga pelaku pada Senin (24/2). Pelaku pertama, BM (27), ditangkap di Puncak Pato, Nagari Batubulat, Kecamatan Lintau Buo Utara, sekitar pukul 14.00 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Noval Julianto (26) yang sempat melarikan diri ke Medan akhirnya ditangkap di Kota Langsa, Aceh, pada pukul 20.30 WIB. Saat ini, Noval Julianto masih dalam perjalanan menuju Tanah Datar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polres Tanah Datar, AKP Surya Wahyudi, menjelaskan bahwa BM berperan sebagai pemancing yang menjemput korban pada malam kejadian, sedangkan Noval Julianto diduga sebagai eksekutor.
“Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa korban dihabisi dengan cara dicekik di salah satu lokasi di kawasan Salimpaung,” ujarnya, Rabu 26 Februari 2025.
Penangkapan Noval Julianto dilakukan dengan koordinasi antara Polres Tanah Datar, Polda Sumbar, Polda Aceh, dan Polres Kota Langsa. NJ sempat bersembunyi di Medan, tetapi karena kasus ini viral di media sosial, ia memutuskan melarikan diri ke Aceh.
Untuk menghindari penangkapan, Noval Julianto bahkan mengganti warna cat sepeda motor yang digunakannya dalam aksi kejahatan.
Tragedi yang menimpa Cinta Novita Sari menyita perhatian luas, baik di Sumatera Barat maupun secara nasional, setelah viral di media sosial.
Polisi bergerak cepat mengusut kasus ini dengan memeriksa 21 saksi, menganalisis rekaman CCTV, dan mengumpulkan berbagai barang bukti. Berkat kerja keras aparat kepolisian, dalam waktu enam hari kasus ini berhasil terungkap dengan tertangkapnya dua tersangka.
Duka mendalam menyelimuti keluarga korban. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar pun menyatakan kesiapannya untuk memberikan layanan trauma healing bagi keluarga yang terdampak. Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap lebih dalam motif dendam yang melatarbelakangi pembunuhan tragis ini. (Hasan)







