Prioritastv.com, Bandar Lampung – Sejumlah mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) menggelar aksi simbolik “Lilin Duka Matinya Reformasi” sebagai bentuk penolakan terhadap revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI), Jumat 21 Maret 2025, malam.
Aksi ini dilakukan sebagai protes atas proses revisi yang dinilai mengabaikan partisipasi publik serta substansi aturan yang dianggap bermasalah.
Menurut Alfin Sanjaya, Wakil Presiden BEM Fakultas Hukum UBL, aksi ini merupakan bentuk peringatan kepada masyarakat bahwa revisi UU TNI bertentangan dengan UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, yang seharusnya menjamin keterlibatan publik dalam proses legislasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Revisi ini disahkan tanpa partisipasi publik yang bermakna. Selain itu, dalam Pasal 47 Ayat 2, terdapat ketentuan yang memperbolehkan militer aktif menduduki jabatan sipil di 14 lembaga negara, yang bertentangan dengan semangat reformasi dan supremasi sipil,” ujar Alfin.
Mahasiswa menyoroti bahwa pasca-reformasi, supremasi sipil dan kesetaraan di hadapan hukum menjadi prinsip utama dalam kehidupan bernegara.
Namun, revisi ini dianggap sebagai langkah mundur karena berpotensi mengembalikan dominasi militer dalam pemerintahan sipil.
Aksi simbolik menyalakan lilin ini juga menjadi pesan bahwa gerakan mahasiswa di Lampung, khususnya di Universitas Bandar Lampung, masih hidup dan terus berjuang untuk demokrasi.
“Kami ingin mengabarkan bahwa reformasi sedang berada dalam ancaman. Lilin ini bukan sekadar simbol duka, tetapi juga semangat perlawanan agar demokrasi tetap tegak,” tegasnya.
Aksi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UBL, sebagai bentuk solidaritas menolak revisi UU TNI dan mempertahankan prinsip demokrasi dalam kehidupan bernegara. (Putra)







