Surat Perpisahan Korban Gantung Diri di Pringsewu Ungkap Tekanan Hidup dan Asmara

- Jurnalis

Kamis, 8 Mei 2025 - 10:34

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi saat melakukan identifikasi dugaan bunuh diri di Pekon Sukoharjo 1, Sukoharjo, Pringsewu, Rabu 7 Mei 2025 | Dok. Humas Polres Pringsewu.

Polisi saat melakukan identifikasi dugaan bunuh diri di Pekon Sukoharjo 1, Sukoharjo, Pringsewu, Rabu 7 Mei 2025 | Dok. Humas Polres Pringsewu.

Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung –
DISCLAIMER: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Tragedi meninggalnya PN (37), warga Pekon Sukoharjo I, Pringsewu, Lampung, menyisakan duka mendalam dan satu misteri: sepucuk surat perpisahan yang diduga ditulis sebelum dirinya mengakhiri hidup.

Surat yang ditemukan di lokasi kejadian mengungkapkan rasa lelah dan keputusasaan korban dalam menghadapi tekanan kehidupan, termasuk masalah dalam hubungan asmara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Isi surat yang ditulis tangan itu penuh dengan curahan hati korban. PN mengungkapkan kesulitannya menjalani kehidupan sebagai seorang duda yang tinggal hanya dengan ibunya.

Di dalamnya, ia juga menyebut soal tekanan finansial dan kekecewaan dalam urusan percintaan.

“Surat tersebut cukup emosional. Tidak kami publikasikan seluruhnya demi menjaga privasi keluarga. Namun, isinya menunjukkan korban mengalami beban mental berat,” ujar Kapolsek Sukoharjo AKP Juniko, Kamis (8/5/2025).

Menurut Juniko, surat perpisahan sering kali menjadi tanda terakhir dari seseorang yang mengalami depresi atau tekanan hidup yang tak tertahankan.

Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap orang-orang di sekeliling mereka.

“Perhatian kecil bisa jadi penyelamat bagi seseorang yang sedang mengalami krisis mental. Mari lebih peduli dan sensitif terhadap tanda-tanda depresi,” tutupnya. (Samuel)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru