Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas akhirnya meninjau langsung progres perbaikan Bendungan Widara Payung Way Semah, Pekon Podomoro, Kabupaten Pringsewu, pada Rabu (14/5/2025).
Peninjauan ini merupakan tindak lanjut atas keluhan petani setempat menyusul jebolnya bendungan tersebut beberapa waktu lalu.
Bendungan yang berada di antara Pekon Podomoro dan Kelurahan Pringsewu Utara itu sempat jebol, menyebabkan aliran air terhenti dan area persawahan mengering.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Situasi ini memicu kegelisahan warga, terutama para petani yang menggantungkan hidupnya pada pasokan air dari bendungan tersebut.
Dalam kunjungannya, Bupati Riyanto menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk menyelesaikan perbaikan sesegera mungkin.
Bupati berharap, perbaikan bendungan tersebut berjalan lancar, mengingat fungsinya sangat vital untuk mengairi sawah para petani saat memasuki musim tanam kedua.
“Perbaikan darurat saat ini menggunakan Anggaran penanganan darurat yang diambil dari APBD Perubahan tahun 2025,” ujar Riyanto Pamungkas.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Pringsewu Ahmad Syaifudin mengatakan, perbaikan bendungan tersebut sudah dibahas dalam rapat di provinsi.
“Perbaikan skala besar nantinya akan ditangani oleh Pemprov Lampung, kalau di APBD perubahan ini tidak masuk, berarti di Tahun Anggaran 2026 nanti,” kata Ahmad Syaifudin.
Sebelumnya, kekesalan warga mencuat setelah sebuah video berdurasi 1 menit 4 detik viral di media sosial. Dalam video tersebut, warga terlihat bergotong royong menutup jebolnya bendungan dengan karung berisi tanah.
Video itu diunggah oleh akun Uyunk Arifia dan menyuarakan kekecewaan masyarakat atas lambatnya respon pemerintah.
“Pak Bupati, tolong nih warganya jangan dibiarin. Masa kita kayak gini dibiarin,” ujar seorang pria dalam video tersebut, menggambarkan kondisi warga yang harus bekerja di bawah terik matahari demi menyelamatkan sawah mereka.
Uyunk Arifia, warga Podomoro, membenarkan bahwa kerusakan bendungan telah terjadi sejak sebelum bulan puasa.
Ia mengatakan bahwa meski Bupati sempat meninjau lokasi, belum ada langkah nyata yang terlihat hingga hari ini.
“Sempat ditinjau, tapi belum ada tindakan. Sementara sawah kami kekeringan,” kata Uyunk.
Kini, dengan dimulainya proses perbaikan resmi oleh pemerintah kabupaten, warga berharap langkah ini menjadi titik terang atas kegelisahan mereka.
Pemerintah pun diharapkan terus mengawal proses perbaikan hingga tuntas, agar para petani dapat kembali mengolah lahan dan menanam dengan tenang.
Musim tanam yang semestinya membawa harapan, diharapkan tidak lagi menjadi sumber kekhawatiran akibat ketiadaan pasokan air. (Samuel)







