Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Pemerintah Kabupaten Pringsewu melalui Dinas Sosial memberikan perhatian khusus kepada Larto (53), warga Pekon Candiretno, Kecamatan Pagelaran, yang atap rumahnya ambrol akibat diterjang angin kencang pada Selasa, 14 Mei 2025.
Larto, yang merupakan penyandang disabilitas dan tergolong keluarga kurang mampu, mendapat bantuan sosial berupa bufferstock dari Pemkab Pringsewu sebagai bentuk respons cepat atas musibah yang dialaminya.
Kepala Dinas Sosial Pringsewu, Debi Hardian, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas terhadap warganya yang tertimpa bencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selain bantuan darurat, Pak Larto juga telah tercatat sebagai penerima sejumlah program bantuan pemerintah, seperti BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai), PKH (Program Keluarga Harapan), serta PBI APBN untuk jaminan kesehatan seluruh anggota keluarganya. Salah satu anaknya juga menerima bantuan pendidikan melalui program PIP,” jelas Debi, Jumat (16/5/2025).
Penyerahan bantuan dilakukan langsung di lokasi dan dihadiri oleh Camat Pagelaran, Kepala Pekon Candiretno, serta unsur pilar sosial seperti TAGANA, Pendamping PKH, TKSK, dan PSM. Warga sekitar juga turut bergotong royong memperbaiki rumah Larto agar dapat kembali ditempati dengan layak.
Sebelumnya diberitakan, angin kencang disertai hujan deras melanda wilayah Kabupaten Pringsewu pada siang hari, 14 Mei 2025. Rumah Larto yang terletak di RT 02 RW 03, Dusun Candiretno, Kecamatan Pagelaran, mengalami kerusakan parah.
Atap rumah roboh, genting beterbangan, serta rangka kayu patah dan menggantung. Bagian depan rumah porak-poranda, pagar bambu tumbang, dan perabot rumah berserakan.
Tokoh masyarakat setempat, Muhyiban, menyampaikan bahwa kondisi rumah Larto memang telah lama tidak layak huni. “Setelah hujan deras, atap rumah Pak Larto ambrol. Rumah itu memang sudah tua dan belum pernah mendapat bantuan renovasi,” ungkapnya.
Larto sendiri mengalami disabilitas fisik akibat tersengat listrik beberapa tahun lalu, yang menyebabkan jari-jarinya hilang dan kehilangan fungsi tangan.
Saat ini, ia bekerja serabutan menggembala kambing dan mencari pisang untuk mencukupi kebutuhan hidup bersama istri dan tiga anaknya. (Samuel)







