Prioritastv.com, Lampung – Tim gabungan dari Polda Lampung dan Polres Pesisir Barat terus mendalami kasus penemuan mayat dua bocah kakak beradik yang diduga menjadi korban pembunuhan di area kebun Dusun Teba Langgar, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung, Kombes Pol Pahala Simanjuntak, menyatakan bahwa pihaknya telah memeriksa lima orang saksi dari warga sekitar lokasi kejadian.
“Kelima saksi ini bukan dari pihak keluarga korban, dan sejauh ini mereka mengaku tidak mengetahui langsung kejadian tersebut. Kami masih terus melakukan pendalaman,” kata Kombes Pahala, Sabtu 17 Mei 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Polisi menemukan sebilah senjata tajam di lokasi, namun belum bisa dipastikan kepemilikannya.
“Kami sedang selidiki apakah senjata tajam tersebut milik korban atau pelaku. Informasi awal menyebutkan korban membawa parang saat pergi ke kebun,” jelas Kombes Pahala.
Tim gabungan juga berencana melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang untuk menggali petunjuk baru serta mengumpulkan barang bukti tambahan.
“Barang bukti seperti senjata tajam dan bercak darah akan dikirim ke laboratorium forensik. Kami juga akan mencocokkan DNA dari korban dengan temuan di TKP,” tambahnya.
Hasil autopsi menunjukkan adanya luka serius pada kepala, tangan, dan bagian tubuh lain, serta lebam akibat benda tumpul. Polisi juga mengambil sampel gigi geraham korban untuk keperluan uji DNA lebih lanjut.
“Kami berkomitmen mengungkap pelaku secepat mungkin agar keluarga korban mendapat keadilan,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, dua kakak beradik berinisial AT (8) dan KK (4), ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Rabu malam, 14 Mei 2025, sekitar pukul 22.30 WIB.
Keduanya ditemukan dalam posisi berpelukan, dengan luka-luka parah akibat sabetan senjata tajam dan pukulan benda tumpul.
Menurut keterangan awal, kedua korban berpamitan kepada orang tua mereka untuk mencari durian di kebun.
Namun hingga sore hari tidak kunjung pulang, hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa oleh warga yang melakukan pencarian. (Putra)







