Prioritastv.com, Pringsewu Lampung – Warga Kabupaten Pringsewu, Lampung, menyampaikan keresahan mereka atas kondisi jalan provinsi ( nasional) lintas barat di wilayah Gadingrejo yang rusak parah. Jalan yang dikeruk dalam rangka perbaikan itu dibiarkan menganga tanpa penambalan dan tanpa rambu peringatan, hingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas, Selasa (27/5)
Keluhan itu disampaikan warga melalui kolom komentar di akun Facebook bernama Info Pringsewu. Dalam unggahan tersebut, disebutkan:
“Sudah 2 hari dan lima korban laka lantas akibat lubang di jalan (Nasional) lintas barat Gadingrejo, Pringsewu.”
Unggahan tersebut kemudian ramai dikomentari warganet yang kesal dengan lambannya penanganan perbaikan jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tomi Herlambang misalnya, menyebut kondisi tersebut sangat membahayakan.
“Goblok amat itu lobang segede itu dibiarkan aja, nggak ada pelang perbaikannya,” tulisnya.
Sofyan Inayah Reyhan meminta agar setidaknya dipasang rambu peringatan.
“Dikasih rambu-rambu aja bapak ibu, biar nggak banyak korban lagi,” katanya.
Rasya Bella bahkan mengaku hampir menjadi korban.
“Malam ini saya pulang dari Pringsewu, pas ngebut ada lubang, untung nggak jatuh. Banyak jalan berlubang sekarang,” ungkapnya.
Iwan Setiawan mendorong warga untuk melaporkan kejadian ini ke aparat.
“Sudah saatnya petugas dari PU dilaporkan ke polisi untuk bertanggung jawab atas lubang-lubang di jalan. Ayo buat laporan,” tegasnya.
Nur Wahyuningsih mempertanyakan mengapa jalan yang dikeruk tidak langsung ditambal.
“Heran ya… kenapa dari ngeruk kok nggak langsung ditambal gitu loh. Nunggu berbulan-bulan, emang nggak bisa ya kalau habis dikeruk langsung ditambal?” tulisnya.
Helmi mengaku motornya rusak akibat menghantam lubang di jalan tersebut.
“Sangat menyebalkan, saya sendiri aja korban. Motor saya sampai rusak, pelek depan pecah. Lokasi di dekat pom bensin Gading Rejo arah ke Balam,” ujarnya.
Sementara itu, Syarifa Anisa Zahra juga nyaris celaka di titik lain.
“Apa lagi yang depan Klinik Shela Medika, tadi pagi saya mleset. Tolong kalau benerin jalan itu ya sekalian ditutup, jangan cuma dibolongin doang. Bahaya dan bisa terjadi laka lantas,” imbuhnya.
Lawre Ngaos menyebut jalur tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah pusat atau provinsi.
“Marka kuning adalah pemeliharaan jalur antar provinsi. Pengaduan ke PU pusat provinsi di Bandar Lampung,” katanya.
Aryon Effendy menyindir bahwa pihak terkait baru akan bergerak jika sudah banyak korban.
“Nunggu korban berjatuhan mungkin baru ditambal,” tulisnya sambil menandai Dinas PUPr Pringsewu.
Jhon Trot pun mengingatkan pengguna jalan untuk selalu berhati-hati.
“Belum ditambal. Yang jelas tetap fokus dalam berkendara, jangan meleng, kurangi kecepatan karena sudah tahu jalannya banyak lubang,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, media ini sedang berusaha untuk mengkonfirmasi Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Lampung guna mendapatkan klarifikasi serta penjelasan resmi terkait kondisi jalan yang dikeluhkan warga. (Davit)







