Terus Bergulir, Polisi Periksa 245 Saksi dalam Kasus Korupsi Bansos Kakam Gunung Agung Lampung Tengah

- Jurnalis

Jumat, 30 Mei 2025 - 20:06

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Kepala Kampung Gunung Agung, Sukardi yang dibakar massa Sabtu, 17 Mei 2025, lalu | Ist.

Kondisi Kepala Kampung Gunung Agung, Sukardi yang dibakar massa Sabtu, 17 Mei 2025, lalu | Ist.

Prioritastv.com, Lampung Tengah – Penyelidikan kasus dugaan penyelewengan bantuan sosial (bansos) beras oleh Kepala Kampung (Kakam) Gunung Agung, Sukardi, terus bergulir.

Polisi menyebut, hingga Kamis 29 Mei 2025, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung telah memeriksa 245 orang saksi terkait perkara ini.

Dirkrimsus Polda Lampung, Kombespol Dery Agung Wijaya mengatakan, setelah mengambil alih penyelidikan dari Polres Lampung Tengah, Polda Lampung langsung melakukan audit, menggelar perkara, dan berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder, termasuk Perum Bulog.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini dilakukan untuk mengetahui jumlah beras yang disalurkan dan yang diduga diselewengkan oleh oknum kepala kampung.

“Kasus dugaan korupsi bansos beras ini masih dalam proses. Kami masih mengumpulkan alat bukti dan akan segera memeriksa saudara Sukardi,” kata Kombespol Dery Agung Wijaya, Jumat 30 Mei 2025.

Diketahui, dugaan penyelewengan melibatkan sekitar 10 ton beras yang seharusnya diterima oleh lebih dari 1.000 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kampung Gunung Agung.

Namun, banyak warga mengaku tidak mendapatkan hak mereka, padahal nama mereka tercantum dalam daftar penerima. Beras bansos tersebut justru diduga dijual ke wilayah lain.

Situasi ini sempat memanas dan memicu kerusuhan pada Sabtu, 17 Mei 2025 lalu. Sejumlah warga dilaporkan membakar dan merusak rumah milik Sukardi, setelah terjadi perkelahian yang diduga dipicu oleh kemarahan warga atas dugaan korupsi tersebut.

Insiden itu berujung tragis, dengan satu orang warga dilaporkan meninggal dunia.
Pihak kepolisian menyatakan masih terus mendalami motif, alur distribusi beras, serta potensi keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Polisi juga meminta masyarakat diminta tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. (Erwin)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru