Diduga Diserang Harimau di Lampung Barat, Petani asal Pemalang Jateng Tewas Mengenaskan

- Jurnalis

Kamis, 10 Juli 2025 - 23:44

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto pakian korban yang ditemukan didekat jasadnya yang tidak utuh, Kamis 10 Juli 2025, malam | Ist.

Kolase foto pakian korban yang ditemukan didekat jasadnya yang tidak utuh, Kamis 10 Juli 2025, malam | Ist.

Prioritastv.com, Lampung Barat –
Warga Dusun Umbul Lima, Pekon Sukabumi, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria lansia bernama Musni (62), warga asal Kalitorong, Kec. Panda Dongkal Kab. Pemalang, Jawa Tengah, pada Kamis malam, 10 Juli 2025.

Ia ditemukan tewas dalam kondisi tragis yang diduga kuat akibat serangan satwa liar, kemungkinan harimau.

Peristiwa memilukan ini terjadi di area kebun milik korban yang berada di perbatasan hutan lindung Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), tepatnya di wilayah Pemangku 6 Kali Pasir, Pekon Sukabumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban diketahui meninggalkan kebun pada pukul 16.00 WIB. Namun hingga menjelang magrib, ia tak kunjung kembali ke rumah.

Pihak keluarga yang khawatir kemudian mengajak warga melakukan pencarian. Sekitar pukul 19.30 WIB, korban ditemukan sejauh satu kilometer dari titik awal, dengan kondisi tubuh yang mengenaskan.

Camat Batu Brak, Ruspel Gultom, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut dan menduga korban diserang harimau.

“Benar, korban atas nama Misni ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Dugaan sementara, korban menjadi korban serangan satwa buas, kemungkinan besar harimau, karena lokasi kejadian berada persis di batas kawasan hutan lindung,” ujarnya.

Ruspel mengatakan bahwa saat ini jasad korban telah dievakuasi dan disemayamkan di rumah duka untuk proses pemakaman. Pihak kecamatan juga telah berkoordinasi dengan aparat pekon dan tokoh masyarakat setempat.

“Kami sudah mengimbau agar warga, khususnya petani dan pekebun di sekitar wilayah Kali Pasir hingga Bawang Bakung, Pekon Negeri Ratu, untuk lebih waspada. Jangan beraktivitas sendirian apalagi bermalam di kebun. Ini demi keselamatan,” tegas Ruspel.

Ia meminta masyarakat segera melaporkan jika melihat tanda-tanda keberadaan satwa buas di sekitar permukiman atau lahan pertanian. (Kamto Winendra)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru