Prioritastv.com, Lampung – Aksi positif datang dari sejumlah anak punk di Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung. Bermodalkan cat dan kuas, mereka menyulap tembok kosong menjadi media seni mural yang penuh warna, pesan sosial, dan nilai estetika.
Lukisan-lukisan mural bertema perdamaian, keagamaan, lingkungan, dan kebersamaan berhasil mencuri perhatian warga sekitar. Dinding yang semula polos kini berubah menjadi kanvas jalanan dengan gaya artistik yang unik dan menginspirasi.
Ketua RT setempat, Juli, menyampaikan rasa bangganya atas karya kreatif para anak punk tersebut. Ia tak ragu memberikan apresiasi langsung kepada para pelukis jalanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya bangga, mereka membuktikan bahwa anak punk juga punya sisi positif dan kreatif. Kawasan kami jadi lebih berwarna dan hidup berkat karya mereka,” ujar Juli kepada awak media, Sabtu 12 Juli 2025.
Menurut Juli, inisiatif ini muncul murni dari keinginan para pemuda itu sendiri, yang ingin mengubah citra negatif terhadap komunitas punk menjadi sesuatu yang lebih membangun.
“Hasil karya mereka ini menjadi salah satu harapan saya sebagai RT, agar tembok tersebut bisa lebih berwarna dan indah,” tambahnya.
Warga sekitar pun menyambut baik langkah tersebut. Banyak yang tidak menyangka bahwa anak-anak punk bisa menyalurkan ekspresi mereka lewat jalur seni visual yang indah dan menyentuh.
Perwakilan dari komunitas Nusantara Art Project, Andri, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk ekspresi diri sekaligus ajakan kepada sesama anak punk agar lebih produktif dan diterima oleh masyarakat.
“Kami cuma ingin menunjukkan kalau kami bisa berkarya. Mural ini bukan cuma gambar, tapi juga suara kami,” ujar Andri.
“Ini juga jadi media untuk menyuarakan kegelisahan yang sedang terjadi di masyarakat,” lanjutnya.
Kini, mural tersebut menjadi spot baru yang ramai diperbincangkan dan diabadikan oleh warga serta pengguna media sosial yang melintas di kawasan itu.
Kegiatan positif ini diharapkan menjadi contoh bahwa semua kalangan, termasuk mereka yang kerap dipandang sebelah mata, tetap memiliki potensi besar jika diberi ruang dan kepercayaan untuk berkembang. (Putra)







