Politisi asal Tanggamus Sandang Gelar Adat Depati Djimat Pemangku Adat Semende Keturunan Pesirah Sadang di Lampung Barat

- Jurnalis

Senin, 14 Juli 2025 - 10:54

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Politisi asal Tanggamus, Tedi Kurniawan yang juga merupakan Wasekjen DPP PAN saat menerima gelar adat 
Depati Djimat, Pemangku Adat Semende Jurai Keturunan Pesirah Sadang di Pekon Trimulyo, Kecamatan Gedung Surian, Kabupaten Lampung Barat, pada Minggu, 13 Juli 2025 | Kamto Winedra/Media Prioritastv.com.

Politisi asal Tanggamus, Tedi Kurniawan yang juga merupakan Wasekjen DPP PAN saat menerima gelar adat Depati Djimat, Pemangku Adat Semende Jurai Keturunan Pesirah Sadang di Pekon Trimulyo, Kecamatan Gedung Surian, Kabupaten Lampung Barat, pada Minggu, 13 Juli 2025 | Kamto Winedra/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Lampung Barat – Staf Khusus Menteri Perhubungan RI, H. Tedi Kurniawan resmi menyandang gelar adat sebagai Pemangku Adat Semende Jurai Keturunan Pesirah Sadang dengan gelar/adok Depati Djimat.

Prosesi sakral terhada politisi asal Tanggamus itu berlangsung khidmat di Pekon Trimulyo, Kecamatan Gedung Surian, Kabupaten Lampung Barat, pada Minggu, 13 Juli 2025.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu dianugerahi gelar tersebut melalui rangkaian adat Semende yang ditandai dengan penandatanganan mandat oleh 10 orang bersaudara dari keluarga besar Pesirah Sadang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prosesi ini semakin semarak dengan penampilan seni pencak silat Kuntau Semende yang dipersembahkan oleh dua keturunan langsung Pesirah Sadang, memperlihatkan kelihaian memainkan dua bilah pedang.

Ketua Panitia sekaligus penggagas kegiatan, Ferli, mengatakan bahwa H. Tedi Kurniawan merupakan cucu dari Almukarom Pesirah Sadang yang dahulu juga bergelar Depati Djimat. Gelar tersebut telah lama tidak diwarisi sejak wafatnya Pesirah Sadang pada tahun 1940-an.

“Sudah puluhan tahun lamanya keluarga ini tidak lagi memiliki pemimpin adat. Baru hari ini, kami menghidupkan kembali tradisi ini dengan mengangkat sosok Tedi Kurniawan sebagai pewaris sah, Depati Djimat,” ujar Ferli.

Ferli berharap, dengan disahkannya Tedi sebagai Pemangku Adat, seluruh keturunan besar Pesirah Sadang yang tersebar di berbagai wilayah tetap menjaga kekompakan dan mempererat tali silaturahmi.

“Anak cucu keturunan Pesirah Sadang ini tersebar di 5 kecamatan di Lampung Barat, yakni Way Tenong, Air Hitam, Gedung Surian, Kebon Tebu, dan Sumber Jaya. Selain itu juga banyak yang bermukim di Kalimantan, Pulau Jawa, Bengkulu, hingga Sumatera Selatan,” jelasnya.

Menurutnya, kehadiran Tedi sebagai pemimpin adat diharapkan mampu mengakomodir seluruh keluarga besar, dari anak-anak hingga orang tua, agar tetap berada di jalur yang positif serta menjunjung tinggi nilai kekeluargaan.

Hal senada disampaikan Jo Abadi, akrab disapa Ijok, yang berharap komunikasi dan silaturahmi antar keturunan Puyang Sadang tetap terjaga erat.

“Dengan gelar ini, bukan berarti menjadi beban bagi beliau. Justru beliau harus menjadi pengikat kita semua. Mudah-mudahan silaturahmi terus terjalin di bawah kepemimpinan H. Tedi,” katanya.

Sementara itu, H. Tedi Kurniawan mengaku bangga dan bersyukur atas kepercayaan yang diberikan keluarga besar Pesirah Sadang.

Ia mengungkapkan rasa haru dapat berkumpul dengan keluarga besar dari berbagai daerah dalam suasana penuh keakraban.

“Bertemu dalam silaturahmi besar seperti ini bukan hal mudah. Ada yang datang dari Kalimantan, Bengkulu, Sumsel. Saya bersyukur, ini awal yang baik untuk kita selalu menjaga kebersamaan,” ujar Wasekjen Badan Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan (BPOK) DPP Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Tedi juga menegaskan komitmennya untuk terus merangkul dan menjaga tali persaudaraan keluarga besar Pesirah Sadang.

“Sebagai generasi penerus yang dipercaya memimpin, saya merasa bangga sekaligus terharu. Tugas saya adalah mempersatukan kembali keluarga besar ini, baik dari garis Puyang Sadang maupun Puyang Kemuli,” pungkasnya. (Kamto Winendra)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru