Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Tangis pilu seorang ibu pecah saat melihat pakaian yang sebelumnya melekat pada jasad tanpa kepala yang ditemukan terdampar di Pantai Limau, Tanggamus.
Ia adalah Ernawati (41), diyakni ibu Akbar Tanjung, nelayan muda asal Cilincing, Jakarta Utara, yang dinyatakan hilang di perairan Pulau Bidadari dan Pulau Kelor, DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di depan gedung Identifikasi Satreskrim Polres Tanggamus, Ernawati tak kuasa menahan sedih ketika menyaksikan sejumlah pakaian yang diyakininya milik sang anak tergantung di hadapannya.
Tubuhnya lunglai, langkahnya berat saat mendekati pakaian itu.
“Astagfirullah, nak… ternyata kamu ketemu di sini,” lirihnya, disertai isak yang pecah, membuat sejumlah petugas polisi segera memapahnya agar tetap berdiri.
Namun semakin dekat, tubuh Ernawati semakin lemah, seolah seluruh tenaganya luruh bersama air mata yang tak terbendung.
Dalam kondisi lemah, Ernawati tampak terus menggumamkan doa.
Ia pasrah namun sekaligus merasa lega karena penantian panjang mencari kabar sang anak mulai menemui titik terang.
Bukan hanya Ernawati, seorang wanita lanjut usia sekitar 70 tahun, nenek dari Akbar Tanjung, juga tak kuasa menahan duka.
Ia bahkan sempat jatuh terduduk ke tanah, memeluk tubuhnya sendiri sambil memanjatkan doa atas titik terang keberadaan cucu kesayangannya.
Petugas yang sigap langsung menenangkan keduanya. Suasana haru menyelimuti sekitar identifikasi tersebut.
Setelah Abu Umaya, ayah Akbar Tanjung, kembali meyakinkan bahwa pakaian itu benar milik anaknya, keluarga pun dibawa beristirahat ke ruang Kapolres Tanggamus untuk memulihkan keadaan.
Namun kesedihan belum berakhir. Saat keluarga menuju tempat pemakaman sementara jenazah di Rumah Sakit Batin Mangunang, Kota Agung, Ernawati kembali lunglai.
Tangisnya kembali pecah saat mendekati makam yang selama ini hanya dikenal sebagai Mr. X, namun kini hampir pasti adalah tempat peristirahatan terakhir putranya.
Ernawati bersimpuh, memeluk tanah pusara tanpa nama itu, membisikkan doa-doa penuh kasih seorang ibu.
Polisi yang mendampingi dan keluarga lainnya ikut larut dalam suasana duka.
Tangis itu baru mulai reda saat adzan magrib berkumandang lantang dari Masjid Islamic Center, seolah mengingatkan semua yang hadir untuk kembali berserah diri kepada takdir.
Abu Umaya pun menenangkan sang istri. “Sudah, kita doakan yang terbaik. Semua kita serahkan sama Allah SWT,” ucapnya dengan sabar.
Malam ini, keluarga Abu Umaya dan Ernawati telah kembali ke Jakarta.
Namun mereka berjanji, akan kembali ke Tanggamus untuk menjemput jenazah setelah hasil identifikasi resmi menyatakan bahwa jasad tersebut benar Akbar Tanjung, anak mereka yang hilang sejak 6 Juli 2025, lalu saat melaut. (Herdi)







