Disebut Terima Fee Proyek, Ria Hartini: Fitnah, Tuduhan Salah Alamat!

- Jurnalis

Senin, 21 Juli 2025 - 16:54

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prioritastv.com, Metro – Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, menemui sejumlah watawan Senin siang, 21/7/2025, usai menjalani sejumlah agenda di gedung dewan. Sikapnya santai, tapi tegas menjawab tuduhan yang beredar di media sosial dan beberapa laman berita daring dengan satu kata pendek tapi tajam: fitnah!

“Saya tidak pernah menerima fee atau gratifikasi apa pun terkait proyek mana pun,” ucap Ria. “Ini berita bohong, disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.”

Tuduhan itu bukan main-main. Salah satu unggahan anonim menyebut inisial RH telah menarik dana proyek sebesar Rp200 juta dari rekanan, disebut-sebut sebagai bagian dari “setoran” atas sejumlah paket pekerjaan di tahun anggaran 2025. Tuduhan yang menyebar cepat di tengah suhu politik yang mulai menghangat di Bumi Sai Wawai, segera menyeret nama Ketua DPRD Kota Metro ke pusaran opini publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, yang kerap luput dari pemahaman banyak orang adalah soal batas kewenangan. Dalam sistem pemerintahan daerah, proyek pembangunan adalah domain eksekutif—yang mengeksekusi anggaran melalui organisasi perangkat daerah (OPD). Dewan, dalam hal ini Ria Hartini sebagai ketua, menjalankan fungsi pengawasan, bukan pengendali proyek.

“Kalau ada proyek yang berjalan, itu urusan OPD, bukan saya. DPRD mengawasi, bukan menunjuk, apalagi ikut bermain,” tegasnya.

Ria tak hanya berbicara sebagai politisi. Ia juga dikenal sebagai pengusaha perempuan yang sukses sebelum terjun ke politik. Setelah duduk di kursi legislatif periode lalu, tak sekalipun namanya terseret dalam pusaran korupsi atau skandal anggaran. Rekam jejaknya bersih, dan keterpilihannya sebagai Ketua DPRD perempuan di Metro justru menjadi simbol keterwakilan dan harapan baru.

“Kalau memang ada bukti, silakan bawa ke aparat hukum. Saya siap kooperatif,” ujarnya. Ria yakin masyarakat tahu, tuduhan tanpa dasar—terutama yang muncul di saat suhu politik menghangat—sering kali bermuatan kepentingan pragmatis. “Saya yakin masyarakat pintar menilai, mana yang benar dan fitnah. Saya anggap ini bagian dari ujian,” imbuhnya.

Ria yakin, ujian ini bukan yang pertama. Dan boleh jadi bukan yang terakhir. “Tapi saya percaya, kebenaran tetap bisa disampaikan dengan kepala tegak,” ujarnya yang mulai sering merasakan gesekan politik lokal yang sesak oleh kepentingan. (*)[Raditya]

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru