Prioritastv.com, Bondowoso, Jawa Timur – Sebuah video yang memperlihatkan aksi perundungan terhadap seorang remaja lelaki viral di media sosial pada Sabtu 26 Juli 2025.
Dalam rekaman berdurasi 1 menit 26 detik itu, tampak dua remaja lelaki menganiaya seorang remaja lainnya di area persawahan Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari Darusolah, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Korban diketahui inisial Roni (15), warga Desa Mengok, RT 28, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam video tersebut, Roni terlihat tak melakukan perlawanan meski menerima pukulan dan tendangan dari kedua pelaku.
Ironisnya, sejumlah remaja lain yang berada di lokasi hanya menyaksikan tanpa berusaha melerai.
Terdengar pula suara pelaku yang melontarkan kalimat bernada merendahkan, “Ayo kamu mengeluh. Makanya jangan sembarangan pakai. Lihat dulu. Mau nangis, kamu laki-laki,” ujar salah satu pelaku sambil terus memukuli korban.
Informasi menyebut dari enam remaja yang terlibat, dua di antaranya merupakan pelaku aktif kekerasan.
Pelaku yang mengenakan celana hitam berasal dari Desa Padasan, sementara yang mengenakan celana putih berasal dari Desa Tangsil.
Video kekerasan ini pertama kali menyebar luas di platform Facebook dan grup WhatsApp warga, yang kemudian memicu kemarahan publik.
Banyak netizen dan tokoh masyarakat mengecam keras aksi perundungan tersebut dan meminta aparat segera menindak tegas para pelaku.
Hanapi, anggota DPRD Bondowoso dari Fraksi PKB yang juga mantan Kepala Desa Mengok, membenarkan peristiwa tersebut.
Ia mengatakan, laporan telah masuk ke Polsek Jambesari Darusolah dan saat ini sedang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bondowoso.
“Saya saat itu sedang di Jakarta, lalu mendapat laporan dari kepala dusun bahwa ada warga saya dipukuli. Setelah tahu kejadiannya di Desa Pengarang, saya langsung minta agar dilaporkan ke polisi,” kata Hanapi.
Menurut keterangan keluarga, peristiwa tersebut terjadi usai Roni pulang sekolah. Sekitar pukul 15.00 WIB, enam remaja datang ke rumah dan mengajak Roni keluar.
Karena sebagian dari mereka adalah teman sekolah korban, keluarga tidak merasa curiga.
“Kami kira hanya ingin bermain seperti biasa, ternyata malah terjadi pemukulan. Kami sangat terpukul,” ujar orang tua korban.
Kasat Reskrim Polres Bondowoso, AKP Rony Ismullah, membenarkan bahwa laporan telah diterima pihaknya. Saat ini penyelidikan sedang dilakukan.
“Kami masih dalam tahap penyelidikan. Semua pihak yang terekam dalam video dan saksi-saksi akan kami panggil untuk dimintai keterangan,” kata AKP Rony. (Dekki)







