Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Pemerintah Kabupaten Tanggamus menunjukkan komitmennya dalam menggali potensi sumber daya alam sebagai penggerak ekonomi daerah dengan meninjau langsung lokasi tambang batu zeolit di Pekon Tengor, Kecamatan Cukuh Balak.
Zeolit dikenal sebagai mineral langka bernilai tinggi, yang secara global hanya ditemukan di tiga lokasi dunia: Meksiko, beberapa wilayah Eropa, dan Kabupaten Tanggamus, Indonesia.
Batuan ini memiliki berbagai manfaat, mulai dari campuran pupuk pertanian, media penjernih air, hingga pengolahan limbah industri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kunjungan ini juga sekaligus menjadi bagian dari agenda strategis Pemkab Tanggamus untuk memantau rencana pembangunan dermaga atau terminal khusus (Tersus) yang akan menunjang proses pengangkutan komoditas Zeolit dari wilayah pesisir.
“Setelah kami tinjau langsung, potensi tambang Zeolit ini sangat luar biasa. Ini bisa menjadi produk unggulan yang mendunia dan mendorong pembangunan Kabupaten Tanggamus ke depan,” kata Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi, Senin, 4 Agustus 2025.
Bupati menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar proses investasi dan pembangunan infrastruktur tetap sesuai regulasi serta tidak mengabaikan prinsip keberlanjutan lingkungan.
“Kami sangat mendukung pengembangan investasi, termasuk pembangunan Tersus ini, namun tetap harus sesuai aturan dan tidak merusak lingkungan,” tambahnya.
Bupati juga memastikan bahwa Pemkab Tanggamus akan membuka ruang investasi yang sehat dan bertanggung jawab, khususnya di sektor pertambangan dan kawasan pesisir, dengan dukungan penuh dari unsur keamanan daerah.
“Kami akan koordinasikan dengan Dandim dan Polres untuk mendukung pengamanan area pertambangan dan Tersus,” tandasnya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Paragon Perdana Mining, Ivan Gunadi, mengungkapkan bahwa Zeolit asal Tanggamus memiliki kualitas terbaik dan telah diakui secara internasional.
Pihaknya berkomitmen untuk mengelola tambang secara profesional dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat lokal.
“Sangat disayangkan jika potensi ini tidak dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat Tanggamus,” ungkap Ivan.
Ivan juga menjelaskan bahwa struktur tenaga kerja di tambang tersebut telah didesain inklusif: 50 persen berasal dari masyarakat lokal, 30 persen dari wilayah sekitar, dan sisanya tenaga ahli dari luar daerah.
Selain kontribusi tenaga kerja, perusahaan juga siap memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan daerah.
“Pemda luar biasa, benar-benar paham potensi sumber daya lokal. Jika produksi Zeolit berjalan dengan full capacity, kontribusi dari royalti PNBP ke kas daerah bisa mencapai Rp400–450 juta per tahun, belum termasuk potensi kontribusi PAD hingga Rp4,5 miliar per tahun,” ujar Ifan Kusnadi, salah satu Direktur PT Paragon Perdana Mining.
Dengan potensi besar yang dimiliki, Zeolit diharapkan menjadi komoditas unggulan Tanggamus dalam jangka panjang, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat pesisir dan sektor industri pertambangan berkelanjutan. (Herdi)







