Ketua Komisi IV DPRD Tanggamus Romzi Edy Angkat Bicara Keterbatasan Internet saat Pelajar Pulau Tabuan ANBK di Dermaga
Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Semangat luar biasa ditunjukkan para pelajar SMK Negeri 1 Pulau Tabuan, Kabupaten Tanggamus, yang rela berpanas-panasan demi mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2025. Kegiatan ini dilakukan di pinggir pantai karena keterbatasan jaringan internet di wilayah tersebut.
Menanggapi kondisi itu, Ketua Komisi IV DPRD Tanggamus, Romzi Edy, angkat bicara. Ia menyampaikan bahwa masalah jaringan internet tidak hanya terjadi di Pulau Tabuan, tetapi juga di beberapa wilayah terisolir lainnya seperti Kelumbayan dan Kelumbayan Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau soal internet, di beberapa daerah terisolir seperti Kelumbayan dan Kelumbayan Barat itu kondisinya hampir sama. Sebenarnya ada jaringan, tetapi fungsinya tidak merata. Apalagi di Pulau Tabuan, kita sudah beberapa kali coba komunikasi dengan pihak provider seperti Telkomsel,” ungkap Romzi kepada Media Prioritastv.com.
Romzi menambahkan bahwa pihaknya sudah mengetahui adanya dua provider yang berencana masuk ke wilayah tersebut. Salah satu provider bahkan telah melakukan empat kali survei di Kecamatan Kelumbayan bagian bawah untuk menopang jaringan hingga ke Cukuh Balak.
“Sudah disurvei, lahannya sudah oke, bahkan sudah diuji coba. Tapi sampai hari ini, belum ada kabar tindak lanjutnya. Inilah kendala yang kita hadapi, belum ada eksekusi mendalam dari pihak perusahaan penyedia layanan,” jelasnya.
Romzi mengakui bahwa DPRD tidak memiliki kewenangan untuk mengeksekusi langsung pembangunan infrastruktur jaringan. Namun, pihaknya terus mendorong, mengawal, dan menegur ulang melalui komponen yang ada agar rencana pembangunan jaringan tersebut tidak mandek.
“Kalau untuk Pulau Tabuan, kami juga sudah komunikasi dengan pihak eksekutif. Bahkan, pernah direncanakan Bupati Tanggamus akan meninjau langsung ke sana, karena ada beberapa persoalan strategis yang harus ditangani.”
Selain masalah internet, Romzi juga menyebut bahwa DPRD telah mendorong pembangunan insfratruktur dan Pemkab Tanggamus telah melakukan sejumlah pembangunan infrastruktur penting di Pulau Tabuan, seperti peningkatan gedung RKB sekolah dan pembangunan Puskesmas, yang merupakan bagian dari program prioritas Bupati Tanggamus.
“Dalam kunjungan nanti, kita harap masyarakat bisa menyampaikan langsung aspirasinya kepada Bupati, termasuk soal keterbatasan jaringan internet, kesulitan akses pendidikan, dan kondisi nelayan di sana. Kami dari DPRD akan terus mendorong agar ada terobosan nyata, termasuk menggaet perusahaan penyedia jaringan untuk segera bergerak.” ujarnya.
Romzi menegaskan bahwa dukungan DPRD sudah maksimal, namun eksekusi tetap berada di tangan pemerintah daerah dan penyedia layanan.
“Kami tidak kurang-kurang dalam mendorong percepatan ini. Bila perlu, kami minta ada tindakan cepat. Tapi ya itu tadi, DPRD tidak bisa langsung mengeksekusi. Fungsi kami adalah mengawasi dan mendorong. Mudah-mudahan nanti ada terobosan dari Bupati Tanggamus,” pungkasnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus, Hendra Wijaya Mega, saat dimintai keterangan mengatakan bahwa pihak Pemkab melalui Dinas Kominfo telah mengajukan proposal ke Kementerian KOMDIGI dan BAKTI Jakarta.
“Usulan resmi sudah disampaikan, dan kami berharap segera mendapat respon. Upaya ini dilakukan untuk mengatasi blankspot sinyal, terutama di wilayah Pulau Tabuan yang sangat membutuhkan konektivitas, khususnya dalam sektor pendidikan,” tegasnya.
Catatan Redaksi :
Kisah perjuangan para pelajar SMKN 1 Pulau Tabuan menjadi potret nyata betapa pentingnya pembangunan infrastruktur digital merata di seluruh wilayah, termasuk daerah kepulauan. Dukungan kebijakan, komitmen eksekusi, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar tidak ada anak bangsa yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan yang layak. (Red)







