Gepak Lampung Kecam RSUDAM, Keluarga Korban Tabrakan KA Babaranjang Diminta Bayar Rp3 Juta !

- Jurnalis

Senin, 25 Agustus 2025 - 06:55

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga mengevakuasi jenazah korban kecelakaan tertabrak KA Babaranjang di perlintasan Jalan Pemuda, Tanjung Karang, Bandar Lampung, Sabtu (23/8/2025). Di sisi kanan, potret Plang RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. (Ist)

Warga mengevakuasi jenazah korban kecelakaan tertabrak KA Babaranjang di perlintasan Jalan Pemuda, Tanjung Karang, Bandar Lampung, Sabtu (23/8/2025). Di sisi kanan, potret Plang RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. (Ist)

Prioritastv.com, Bandar Lampung – Polemik pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) kembali mencuat. Kali ini, dugaan pungutan Rp3 juta terhadap keluarga korban kecelakaan kereta api menuai kecaman keras dari organisasi masyarakat Gepak Lampung.

Peristiwa berawal pada Sabtu (23/8/2025) pagi. Seorang warga, Amran Dawiri (60), tewas seketika setelah sepeda motor yang dikendarainya tertabrak KA Babaranjang di perlintasan Jalan Pemuda, Tanjung Karang, Kecamatan Enggal. Tubuh korban terpotong, sementara motornya terpental jauh hingga ke Kelurahan Kebon Jahe.

Keluarga segera membawa jenazah Amran ke RSUDAM untuk pengurusan lebih lanjut. Namun, alih-alih mendapat pelayanan, mereka justru terkejut karena pihak rumah sakit disebut-sebut meminta biaya Rp3 juta agar jenazah dapat diurus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kejam dan tidak berperikemanusiaan. Korban ditabrak kereta sejak jam 7 pagi, ditelantarkan, lalu diminta Rp3 juta untuk biaya operasi. Sungguh dunia ini sudah kejam,” ungkap salah satu anggota keluarga kepada wartawan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Gepak Lampung Wahyudi menilai kasus ini bukan insiden tunggal, melainkan gambaran buruknya sistem layanan di RSUDAM. Ia bahkan menyinggung kasus sebelumnya terkait dugaan pungutan liar oleh oknum tenaga medis terhadap bayi di Lampung Selatan.

“Amran Dawiri ditelantarkan, keluarga dipaksa bayar biaya yang tidak seharusnya. Ini membuktikan di mata RSUDAM, nyawa manusia bisa diukur dengan uang,” tegas Wahyudi.

Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar kelalaian individu, tetapi sudah menjadi budaya institusional yang membiarkan pasien menderita dan keluarga terbebani.

“Jika sistem ini tidak segera dibenahi, RSUDAM bukan lagi simbol penyelamatan nyawa, melainkan potret birokrasi yang membunuh rasa kemanusiaan,” ujar Wahyudi dengan nada tinggi.

Wahyudi mendesak pemerintah daerah hingga Kementerian Kesehatan turun tangan menertibkan RSUDAM. Ia menegaskan, rumah sakit plat merah tidak boleh menjadikan uang sebagai syarat pelayanan.

“Tidak ada toleransi untuk pungli, penelantaran pasien, atau birokrasi yang merampas hak dan martabat manusia. RSUDAM harus berhenti menjadikan uang sebagai ukuran pelayanan,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum berhasil mengkonfirmasi pihak RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. (Davit)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru