Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Seleksi perangkat Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu, menuai sorotan tajam. Dari dua peserta yang mengikuti tes tahap kedua, hanya M. Ali Farhan Salis yang dinyatakan lulus dengan nilai 540. Sementara pesaingnya, Intan Belinda Cahyani, gagal setelah meraih nilai 430.
Yang memicu kecurigaan publik, peserta yang lolos tersebut merupakan anak dari Kepala Pekon Podomoro. Kondisi ini langsung menimbulkan spekulasi adanya permainan serta dugaan kebocoran soal ujian.
“Kalau hasilnya murni, masyarakat pasti menerima. Tapi kalau ada indikasi nepotisme, ini jelas merusak kepercayaan warga terhadap proses seleksi,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat setempat, Selasa 9 September 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Privilegi sendiri berarti hak istimewa atau keuntungan khusus yang tidak dimiliki orang lain. Dalam konteks ini, masyarakat menilai ada kemungkinan peserta tertentu memperoleh kemudahan atau keuntungan karena faktor kedekatan keluarga dengan pejabat setempat, bukan murni dari hasil kompetensi.
Dugaan praktik “main belakang” dalam rekrutmen perangkat pekon dianggap telah mencederai asas transparansi, objektivitas, dan keadilan yang seharusnya dijunjung tinggi.
Warga mendesak pihak kecamatan hingga aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan investigasi agar ke depan tidak ada lagi seleksi yang dipenuhi aroma nepotisme.
Hingga berita ini diterbitkan, panitia seleksi maupun Kepala Pekon Podomoro belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan yang beredar di masyarakat. (Samuel)







