Masih Gunakan Atap Asbes, Pelajar SDN 1 Rejosari Ulubelu Tanggamus Rentan Terpapar Penyakit

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 September 2025 - 18:59

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi atap SDN 1 Rejosari, Ulu Belu Tanggamus yang masih menggunakan asbes, Selasa 16 September 2025 | Dok. Eko Purwanto.

Kondisi atap SDN 1 Rejosari, Ulu Belu Tanggamus yang masih menggunakan asbes, Selasa 16 September 2025 | Dok. Eko Purwanto.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Kondisi fasilitas SDN 1 Rejosari, Kecamatan Ulubelu, hingga kini masih menggunakan atap berbahan asbes meski pemerintah telah mencanangkan program wajib belajar hingga tingkat SMA sederajat.

Padahal, penggunaan asbes diketahui memiliki risiko serius bagi kesehatan. Sejumlah penelitian internasional, seperti yang dipublikasikan oleh World Health Organization (WHO) dan International Agency for Research on Cancer (IARC), menyebutkan bahwa paparan serat asbes dapat memicu penyakit paru-paru, di antaranya asbestosis, kanker paru-paru, hingga mesotelioma, yakni kanker langka pada selaput paru.

National Cancer Institute (NCI) pada 2022 juga menegaskan bahwa anak-anak lebih rentan terpapar bahaya asbes dibanding orang dewasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini lantaran sistem pernapasan mereka yang lebih sensitif, ditambah waktu paparan yang lebih panjang di masa pertumbuhan. Dampaknya baru terasa setelah 20–30 tahun kemudian.

Kepala SDN 1 Rejosari mengungkapkan bahwa pihak sekolah sudah berulang kali mengusulkan perbaikan gedung.

Usulan itu dituangkan dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) serta rutin disampaikan dalam Musrenbang Desa.

“Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius agar sekolah ini segera mendapat bangunan baru yang lebih layak. Keselamatan dan kenyamanan anak-anak dalam belajar adalah prioritas utama,” ujarnya, Selasa 16 September 2025.

Masyarakat setempat, Sumardi pun ikut menyuarakan harapan agar pemerintah daerah maupun pusat segera mengalokasikan anggaran pembangunan sekolah yang lebih aman.

“Harapannya siswa bisa belajar tanpa rasa khawatir terhadap bahaya kesehatan yang mengintai dari penggunaan asbes,” ucapnya. (Herdi)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru