Prioritastv.com, Lampung Utara – Publik dikejutkan dengan temuan seorang siswa sekolah menengah atas (SMA) yang terlihat santai merokok di jalan menuju sekolah, Selasa (23/9/2025).
Siswa yang belum diketahui identitasnya itu mengaku bersekolah di SMAN 1 Kotabumi dan bahkan menyebut mendapat izin dari orang tuanya untuk merokok.
“Saya sekolah di SMAN 1 Kotabumi. Saya memang sudah dibebaskan oleh orang tua saya,” ujarnya ketika ditemui di lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan tersebut sontak memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat.
Benarkah ada orang tua yang membiarkan anak di bawah umur merokok? Lalu, bagaimana dengan sikap pihak sekolah terhadap fenomena ini?
Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Kotabumi, Suryati, memastikan siswa yang terekam merokok di jalan bukanlah murid dari sekolahnya.
Ia menegaskan, pihak sekolah memiliki aturan tegas terkait larangan merokok bagi siswa.
“Siswa tersebut bukan siswa kami. Kalau di luar sekolah kami tidak bisa memantau. Namun, kalau ada (siswa) yang merokok di lingkungan sekolah, itu ada sanksinya,” kata Suryati saat dikonfirmasi melalui telepon.
Fenomena ini turut disoroti oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kotabumi. Wasekum Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda, Yudi Rahman, menilai kasus pelajar bebas merokok merupakan fakta sosial yang menyingkap lemahnya pembinaan remaja di Lampung Utara.
“Hal ini menandakan adanya defisit kontrol dari keluarga, belum optimalnya fungsi sekolah sebagai institusi pembentuk karakter, serta minimnya regulasi preventif dari pemerintah daerah,” tegas Yudi.
Ia mendorong semua pihak untuk mengambil langkah solutif berupa penguatan pendidikan karakter berbasis disiplin dan kesehatan, penegakan aturan bebas rokok di sekolah, serta keterlibatan aktif orang tua dan pemerintah daerah.
“Dengan begitu pembangunan sumber daya manusia di Lampung Utara bisa terarah pada generasi yang sehat, kritis, dan kompetitif,” tambahnya.
Kasus ini menjadi alarm bagi dunia pendidikan dan keluarga, untuk lebih serius dalam mengawal tumbuh kembang remaja di era yang semakin kompleks. (Fran)








