Prioritastv.com, Lampung Barat – Motif di balik penusukan yang merenggut nyawa remaja bernama Reno Ferdian (19) akhirnya terkuak. Insiden tragis di kawasan Puncak Rest Area Pekon Sindang Pagar, Kecamatan Sumber Jaya, Sabtu malam (15/11/2025), ternyata dipicu oleh persoalan sepele, sebuah percikan air, yang berubah menjadi emosi liar, adu mulut, hingga berakhir dengan kematian.
Informasi itu terungkap setelah Tim Tekab 308 Presisi Polres Lampung Barat bergerak cepat dan menangkap pelaku utama berinisial RD (16) kurang dari 24 jam setelah kejadian. Aksi pelarian pelaku kandas setelah polisi berhasil menemukan tempat persembunyiannya.
Kapolres Lampung Barat AKBP Rinaldo Aser, melalui Kasat Reskrim Iptu Rudy Prawira, mengungkapkan bahwa tim tidak menunda waktu sedikit pun untuk mengungkap kasus ini. Informasi dari saksi, rekonstruksi awal di lokasi, dan penelusuran jejak pelaku dilakukan intensif sepanjang malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pelaku kami temukan bersembunyi di rumah keluarganya di Pekon Pandang Tambak, Kecamatan Way Tenong. Ia kami amankan tanpa perlawanan, dan pelaku mengakui tindakannya,” ungkap Iptu Rudy, Selasa 17 November 2025.
Ia menegaskan, kecepatan penangkapan ini adalah komitmen Polres Lampung Barat untuk memastikan bahwa setiap tindak kriminal, terutama yang merenggut nyawa, tidak dibiarkan berlarut.
Detik-Detik Korban Tumbang dan Upaya Penyelamatan yang Terlambat
Dari hasil pemeriksaan, penyidik menemukan fakta mencengangkan: insiden berdarah itu berawal dari tindakan sepele. Saat korban nongkrong bersama teman-temannya, kelompok pelaku datang ke lokasi yang sama. Salah satu teman RD menendang genangan air, percikan air itu mengenai korban, dan seketika memicu adu mulut panas.
Ketegangan pertama sempat mereda ketika pelaku dan kelompoknya pergi. Namun bukannya selesai, mereka kembali lagi dalam keadaan tersulut emosi. Pertengkaran kedua terjadi lebih keras, lebih dekat, dan lebih tegang.
Di tengah pertikaian itu, pelaku RD tiba-tiba mengeluarkan pisau dari balik jaket. Tanpa kata, tanpa aba-aba, ia langsung menghujamkan pisau tersebut ke dada kiri korban, tepat mengenai area vital.
Tusukan tunggal itu membuat Reno Ferdian ambruk seketika. Teman-temannya panik, berusaha menghentikan pendarahan, lalu mengangkat tubuh korban dan membawanya ke Puskesmas Fajar Bulan. Melihat luka yang terlalu serius, korban langsung dirujuk ke RS Medika Bukit Kemuning.
Namun sepanjang perjalanan menuju rumah sakit rujukan, kondisi Reno terus menurun. Upaya medis gagal menyelamatkan nyawanya. Reno dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya.
Penyidikan Diperluas, Rekan Pelaku Dimintai Keterangan
Pelaku RD kini mendekam di ruang tahanan Sat Reskrim Polres Lampung Barat. Polisi masih mendalami apakah ada rekan pelaku yang turut memicu atau memperparah situasi hingga terjadi penusukan.
Untuk memperkuat penyidikan, polisi menyita sejumlah barang bukti penting, yaitu: 1 bilah pisau yang digunakan pelaku, 1 baju lengan pendek warna putih milik korban, 1 celana pendek warna hitam, 1 jaket hitam list putih, 1 hoodie warna cream. Seluruh barang bukti kini berada di Sat Reskrim Polres Lampung Barat.
Polres Lampung Barat menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas segala bentuk kekerasan, terutama yang merenggut nyawa anak muda, serta memastikan keamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. (Kamto Winendra)







