Terungkap, Ini Pemicu Penusukan Pemuda Lampung Barat Hingga Meninggal

- Jurnalis

Senin, 17 November 2025 - 09:25

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka RD usai ditangkap sebelum dimasukan ke dalam sel di depan pintu Sat Reskrim Polres Lampung  Barat, Sabtu 16 November 2025 | Dok. Satreskrim Polres Lampung Barat.

Tersangka RD usai ditangkap sebelum dimasukan ke dalam sel di depan pintu Sat Reskrim Polres Lampung Barat, Sabtu 16 November 2025 | Dok. Satreskrim Polres Lampung Barat.

Prioritastv.com, Lampung Barat – Motif di balik penusukan yang merenggut nyawa remaja bernama Reno Ferdian (19) akhirnya terkuak. Insiden tragis di kawasan Puncak Rest Area Pekon Sindang Pagar, Kecamatan Sumber Jaya, Sabtu malam (15/11/2025), ternyata dipicu oleh persoalan sepele, sebuah percikan air, yang berubah menjadi emosi liar, adu mulut, hingga berakhir dengan kematian.

Informasi itu terungkap setelah Tim Tekab 308 Presisi Polres Lampung Barat bergerak cepat dan menangkap pelaku utama berinisial RD (16) kurang dari 24 jam setelah kejadian. Aksi pelarian pelaku kandas setelah polisi berhasil menemukan tempat persembunyiannya.

Kapolres Lampung Barat AKBP Rinaldo Aser, melalui Kasat Reskrim Iptu Rudy Prawira, mengungkapkan bahwa tim tidak menunda waktu sedikit pun untuk mengungkap kasus ini. Informasi dari saksi, rekonstruksi awal di lokasi, dan penelusuran jejak pelaku dilakukan intensif sepanjang malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelaku kami temukan bersembunyi di rumah keluarganya di Pekon Pandang Tambak, Kecamatan Way Tenong. Ia kami amankan tanpa perlawanan, dan pelaku mengakui tindakannya,” ungkap Iptu Rudy, Selasa 17 November 2025.

Ia menegaskan, kecepatan penangkapan ini adalah komitmen Polres Lampung Barat untuk memastikan bahwa setiap tindak kriminal, terutama yang merenggut nyawa, tidak dibiarkan berlarut.

Detik-Detik Korban Tumbang dan Upaya Penyelamatan yang Terlambat

Dari hasil pemeriksaan, penyidik menemukan fakta mencengangkan: insiden berdarah itu berawal dari tindakan sepele. Saat korban nongkrong bersama teman-temannya, kelompok pelaku datang ke lokasi yang sama. Salah satu teman RD menendang genangan air, percikan air itu mengenai korban, dan seketika memicu adu mulut panas.

Ketegangan pertama sempat mereda ketika pelaku dan kelompoknya pergi. Namun bukannya selesai, mereka kembali lagi dalam keadaan tersulut emosi. Pertengkaran kedua terjadi lebih keras, lebih dekat, dan lebih tegang.

Di tengah pertikaian itu, pelaku RD tiba-tiba mengeluarkan pisau dari balik jaket. Tanpa kata, tanpa aba-aba, ia langsung menghujamkan pisau tersebut ke dada kiri korban, tepat mengenai area vital.

Tusukan tunggal itu membuat Reno Ferdian ambruk seketika. Teman-temannya panik, berusaha menghentikan pendarahan, lalu mengangkat tubuh korban dan membawanya ke Puskesmas Fajar Bulan. Melihat luka yang terlalu serius, korban langsung dirujuk ke RS Medika Bukit Kemuning.

Namun sepanjang perjalanan menuju rumah sakit rujukan, kondisi Reno terus menurun. Upaya medis gagal menyelamatkan nyawanya. Reno dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya.

Penyidikan Diperluas, Rekan Pelaku Dimintai Keterangan

Pelaku RD kini mendekam di ruang tahanan Sat Reskrim Polres Lampung Barat. Polisi masih mendalami apakah ada rekan pelaku yang turut memicu atau memperparah situasi hingga terjadi penusukan.

Untuk memperkuat penyidikan, polisi menyita sejumlah barang bukti penting, yaitu: 1 bilah pisau yang digunakan pelaku, 1 baju lengan pendek warna putih milik korban, 1 celana pendek warna hitam, 1 jaket hitam list putih, 1 hoodie warna cream. Seluruh barang bukti kini berada di Sat Reskrim Polres Lampung Barat.

Polres Lampung Barat menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas segala bentuk kekerasan, terutama yang merenggut nyawa anak muda, serta memastikan keamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. (Kamto Winendra)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru