Prioritastv.com, Lampung – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar LUKW-LSPR bersama Medinas Lampung di Hotel Kyriad M2 Lampung pada 15–16 November 2025 resmi berakhir. Meski berlangsung lancar, dua hari proses pengujian ini menyisakan berbagai cerita, terutama dari para peserta yang menjalani ujian dengan semangat tinggi, namun tidak sedikit pula yang memperlihatkan raut wajah tegang.
Pangihutan Simatupang, yang bertugas sebagai penguji kelompok 5, menyampaikan sejak hari pertama, suasana ruang ujian sempat dipenuhi ketegangan. Beberapa peserta tampak gugup menghadapi rangkaian materi yang harus mereka selesaikan.
“Dag-dig-dugan Pak,” kata Simatupang menirukan salah satu peserta kepada dirinya, sambil menunjukkan wajah sedikit pucat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melihat situasi itu, para Simatupang berusaha menurunkan tekanan mental para peserta. Salah satunya adalah Pangihutan Simatupang, yang sejak awal mencoba menciptakan atmosfer lebih santai agar peserta bisa tampil maksimal.
“Tenang saja, jangan grogi. Kalau tegang, nanti justru lupa materi yang sudah dikuasai. Ini hanya UKW, santai saja,” ujar Pangihutan Simatupang berulang kali kepada para peserta, berharap saran itu bisa membantu mereka menguasai situasi.
Meski begitu, tidak dipungkiri bahwa UKW selama dua hari tersebut menjadi momen yang cukup menegangkan bagi sebagian besar peserta.
Pasalnya, dari total 37 peserta yang terdiri dari jenjang Muda, Madya, hingga Utama, sebanyak 36 dinyatakan kompeten, sementara 1 peserta dinyatakan belum kompeten dan masih memiliki kesempatan untuk mengulang sesuai ketentuan.
Di balik ketegangan dan kerja keras para peserta, UKW Lampung November 2025 juga menyimpan banyak kisah yang belum sempat dibagikan.
Pangihutan Simatupang, berharap suatu hari nanti bisa menuliskan lebih banyak pengalaman tersebut ke dalam catatan pribadi bertajuk “Goresan Punya Makna.”
“Salam buat semua, sehat selalu,” tutupnya dalam catatan reflektif usai kegiatan berakhir pada 17 November 2025.
UKW tahun ini bukan hanya tentang penilaian kompetensi, tetapi juga tentang perjalanan mental, pembelajaran, dan pengalaman berharga bagi setiap wartawan yang mengikutinya. (Erwin)







