Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Hidup bertiga di rumah yang hampir kosong tanpa perabot, tanpa tempat tidur, bahkan tanpa sendok makan, tiga bersaudara di Pedukuhan Bandar Jaya, Pekon Kagungan, Kota Agung Timur, menjalani hari-hari dalam keterbatasan sejak ibu mereka meninggal dan ayah mereka merantau.
Kondisi memprihatinkan itu membuat salah satu dari mereka putus sekolah. Beruntung Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kota Agung Timur segera melaporkan ke Dinas Sosial sehingga situasi tersebut akhirnya mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto dan Kepala Dinas Sosial Hardarsyah yang turun langsung meninjau lokasi, Jumat (28/11/2025).
Kunjungan itu menjadi titik harapan baru bagi ketiga anak ini. Wabup bersama Kadis Sosial datang mewakili Bupati Tanggamus H. Moh. Saleh Asnawi untuk melihat langsung kondisi yang sebelumnya viral di masyarakat dan dilaporkan beberapa pihak terkait.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kunjungan tersebut, Wabup Agus Suranto bersama Kadis Sosial Hardarsyah dan Camat Kota Agung Timur Rusdi dan TKSK Kota Agung Timur menyerahkan berbagai bantuan mendesak seperti peralatan dapur, tempat tidur, lemari, selimut, bahan makanan, dan kebutuhan dasar lainnya. Seluruh bantuan berasal dari Dinas Sosial Tanggamus dan Pemerintah Pekon Kagungan.
Kadis Sosial Tanggamus Hardarsyah mengatakan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam ketika mengetahui ada warga, terlebih anak-anak, yang hidup tanpa pendampingan layak.
“Hari ini bersama Wabup, Camat Kota Agung Timur, Satgas Jalan Lurus, aparat Pekon Kagungan dan pendamping PKH, kami menyambangi anak-anak ini. Mereka hidup kurang beruntung dan jelas membutuhkan perhatian pemerintah maupun masyarakat,” kata Hardarsyah.
BACA JUGA :
Ini Daftar Bantuan Pemkab Tanggamus kepada 3 Penghuni Rumah Tanpa Perabot di Kota Agung Timur.
Ia menuturkan, ketiga bersaudara itu harus bertahan hidup tanpa ibu yang telah meninggal, sementara sang ayah berada di luar daerah mencari pekerjaan. Kondisi itu membuat kebutuhan dasar mereka terbengkalai, termasuk pendidikan.
“Kami akan mengambil langkah cepat bersama pemerintah pekon dan pendamping. Pertama, melihat kemampuan atau keterampilan yang mungkin mereka miliki. Kalau ada potensi, akan kita dorong supaya bisa menjadi bekal masa depan,” tambahnya.
Kadis menegaskan, untuk anak usia 13 tahun yang putus sekolah, Dinas Sosial akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar dapat kembali ke bangku SD atau SMP sesuai prosedur. Pemerintah juga mendorong warga sekitar ikut memantau dan peduli, karena kasus serupa bisa saja terjadi di tempat lain.
“Kita harus saling peduli. Pemerintah daerah, pekon, dan masyarakat harus berkolaborasi agar tidak ada lagi anak yang luput dari perhatian,” tegas Hardarsyah.
Penanganan cepat Wabup dan Dinas Sosial mendapat apresiasi dari Satgas Jalan Lurus Tanggamus. Koordinator Bidang Sosial, Kesehatan, dan Bencana Alam, Riyadi, mengungkapkan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah.
“Kami mengapresiasi dan mendukung penuh bantuan untuk anak yatim piatu dan warga kurang mampu. Mudah-mudahan penanganan seperti ini bisa terus berkelanjutan,” tegasnya.
Kunjungan itu diharapkan menjadi langkah awal untuk memulihkan kehidupan tiga bersaudara tersebut, serta membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik bagi mereka. (Herdi)







