Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Pemandangan berbeda terlihat di SDN 2 Gadingrejo Utara, Kabupaten Pringsewu, Sabtu pagi (29/11/2025). Biasanya datang dengan sirine dan selang pemadam, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pringsewu kali ini hadir dengan sesuatu yang jauh lebih lembut, sebuah kue ulang tahun untuk seorang anak kelas satu SD.
Momen haru ini terjadi ketika Geza Mikail F, siswa kelas I, merayakan ulang tahunnya yang ke-7. Petugas damkar turun tangan bukan untuk memadamkan api, tetapi untuk memadamkan rasa sepi yang dialami seorang anak yang ditinggal ayah sejak bayi dan hidup jauh dari ibunya yang bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri.
Kejadian bermula dari sebuah pesan yang masuk ke media sosial Damkar Pringsewu. Bukan laporan darurat, melainkan curahan hati dari sang ibu, Esha, yang mengirim pesan dari negara tempat ia bekerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selamat siang, boleh gk sih panggil damkar untuk ke sekolah anak saya karna dia ulang tahun. Dia kelas 1 SD, dari bayi belom pernah liat ayahnya karna ditinggal ayahnya nikah lagi. Dia tinggal bareng bapak ibuk saya karna saya kerja jadi TKW,” tulisnya.
Dalam komunikasi lanjutan, suara ibu Esha terdengar bergetar. Ia mengaku hanya ingin anaknya merasakan bahagia meski ia tak bisa hadir secara langsung.
“Saya jauh, Mas… jadi cuma bisa kirim doa dan minta tolong dirayakan sama Damkar biar dia senang. Saya cuma ingin dia merasa diperhatikan,” ujarnya lirih.
Pesan itu membuat petugas damkar terdiam sesaat. Beberapa mengaku hampir menangis sebelum berangkat. Namun, tanpa pikir panjang, mereka langsung memenuhi permintaan tersebut.
Koordinator Satgas Damkar Pringsewu, Ridho Anzil, mengatakan keputusan untuk datang diambil seketika.
“Begitu baca permintaannya, kita langsung auto on the way. Biasanya kami datang karena ada kebakaran, tapi kali ini kami datang karena ada ‘hati yang harus diselamatkan’,” katanya.
Kehadiran petugas damkar dengan seragam lengkap, lengkap dengan kue ulang tahun, mengejutkan Geza dan seluruh teman sekelasnya. Siswa kecil itu tampak bahagia ketika lilin dinyalakan dan petugas bersama guru serta murid menyanyikan lagu ulang tahun.
Wali kelasnya, Ibu Vina, menyampaikan terima kasih kepada petugas damkar yang meluangkan waktu di tengah tugas kesiapsiagaan.
“Terima kasih banyak buat Damkar Pringsewu yang mau repot-repot datang. Biasanya datang karena api, sekarang datang karena cinta,” ujarnya dengan senyum haru.
Aksi ini menuai apresiasi dari para guru dan orang tua murid yang menyaksikan langsung. Kehadiran Damkar Pringsewu bukan hanya membawa kue dan tawa, tetapi juga menunjukkan bahwa kepedulian bisa datang dari mana saja, bahkan dari petugas yang biasanya bersentuhan dengan bahaya. (Laila)







