Ratusan Warga Banyumas Pringsewu Hadang Truk Pasir, Jalan Rusak Parah Diduga Akibat Tambang Ilegal

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 18:43

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan warga saat menghadang truk yang diduga merusak jalan di jalan penghubung Banyumas Pringsewu - Lampung Tengah, Selasa 24 Februari 2026 | Samuel/Media Prioritastv.com.

Ratusan warga saat menghadang truk yang diduga merusak jalan di jalan penghubung Banyumas Pringsewu - Lampung Tengah, Selasa 24 Februari 2026 | Samuel/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Ratusan warga di Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, turun ke jalan dan melakukan pengadangan terhadap truk pengangkut pasir yang melintas di jalur penghubung Banyumas–Lampung Tengah, Selasa (24/2/2026), pagi. Aksi tersebut dipicu kerusakan jalan sepanjang kurang lebih enam kilometer yang kondisinya kian parah dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Warga dari empat pekon yakni Waya Krui, Sri Rahayu, Nusawungu, dan Mulyorejo terlibat langsung dalam aksi tersebut. Mereka menghentikan armada truk bermuatan pasir yang setiap hari melintas tanpa jeda.

Aspal jalan dilaporkan hancur dan berlubang besar, bahkan saat musim hujan berubah menjadi kubangan air sehingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Pekon Nusawungu, Joko Supriyono, mewakili tiga kepala pekon lainnya menyatakan aksi tersebut merupakan bentuk keprihatinan sekaligus tuntutan tegas masyarakat agar segera ada perbaikan.

“Kerusakan ini sudah sangat memprihatinkan. Jalan ini akses vital warga. Jangan sampai menunggu korban baru ada tindakan,” ujarnya.

Dalam aksi itu, seorang warga berinisial AN menyebut aktivitas angkutan pasir diduga berasal dari wilayah Lampung Tengah, dengan sopir dan petugas tambang disebut berasal dari daerah Sendang dan Pubian.

“Dugaan bahwa aktivitas tambang pasir tersebut tidak mengantongi izin resmi,” kata AN.

Sebelumnya, musyawarah antara perwakilan sopir dan masyarakat telah difasilitasi pemerintah setempat dan pihak armada berjanji akan ikut memperbaiki jalan, namun komitmen itu dinilai tidak terealisasi.

Warga mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait segera turun tangan menelusuri dugaan tambang ilegal serta memastikan adanya tanggung jawab atas kerusakan infrastruktur.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola tambang maupun instansi terkait. (*)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 144 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru