Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kabupaten Tanggamus di Lapangan Merdeka, Kota Agung, Senin (30/3/2026), menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Kedisiplinan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dinilai amburadul dan tidak mencerminkan sikap sebagai abdi negara.
Di tengah berlangsungnya upacara, masih terlihat sejumlah ASN tidak berada di barisan yang telah ditentukan. Bahkan, beberapa di antaranya tampak duduk santai di pinggir lokasi, bergerombol, serta tidak mengikuti jalannya upacara dengan serius. Kondisi ini dinilai mencoreng makna kegiatan resmi daerah yang seharusnya dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Ironisnya, situasi tersebut berbanding terbalik dengan sikap pimpinan daerah. Bupati Tanggamus, H. Moh. Saleh Asnawi, bersama Wakil Bupati Agus Suranto tetap mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan penuh kesungguhan. Keduanya terlihat berdiri tegap dan khidmat, menunjukkan keteladanan di tengah kurangnya kedisiplinan sebagian peserta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketidaktertiban juga terlihat saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mengheningkan cipta dikumandangkan. Beberapa peserta tampak tidak menunjukkan sikap sempurna, bahkan terkesan mengabaikan momen yang seharusnya penuh penghormatan tersebut.
Seorang warga yang turut menyaksikan kegiatan tersebut mengaku kecewa dengan kondisi yang terjadi. “Ini acara resmi pemerintah, seharusnya jadi contoh bagi masyarakat. Tapi yang terlihat justru sebaliknya, banyak yang tidak serius,” ujarnya.
Ia menambahkan, sikap tersebut mencerminkan lemahnya kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai aparatur negara. “Kalau dalam kegiatan seperti ini saja tidak bisa tertib, tentu masyarakat berhak mempertanyakan profesionalisme mereka,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi catatan serius bagi Pemerintah Kabupaten Tanggamus untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Kedisiplinan ASN dinilai tidak hanya soal kehadiran, tetapi juga sikap, etika, dan komitmen dalam setiap kegiatan resmi pemerintahan.
Momentum HUT ke-29 yang seharusnya menjadi ajang refleksi dan kebanggaan daerah, justru diwarnai sorotan negatif. Ke depan, diharapkan seluruh ASN dapat lebih menunjukkan profesionalisme dan menjadi teladan bagi masyarakat. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







