Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – PT. Maxxi Agri Indonesia, perusahaan agrokimia modern yang merupakan bagian dari Corin Grup, bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, mengadakan sosialisasi teknologi drone untuk aplikasi pestisida dan pemupukan kepada para petani, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan yang digelar di lahan percontohan BPP Wonosobo seluas 1,5 hektar di Pekon Dadirejo ini sekaligus menjadi sarana promosi produk pestisida dan pupuk PT. Maxxi Agri Indonesia serta alat dan mesin pertanian (alsintan) terbaru.
Bagi petani yang ingin mencoba teknologi ini, PT. Maxxi Agri Indonesia menyediakan paket sewa drone lengkap dengan pupuk dan pestisida seharga Rp3 juta per hektar. Tim akan melakukan observasi di lahan terlebih dahulu untuk menentukan jenis pupuk atau pestisida yang tepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Suseto di Pekon Kalirejo, sebagai perwakilan PT. Maxxi Agri Indonesia dengan nomor handphone 081381554544.
Perwakilan PT. Maxxi Agri Indonesia, Andri Triyanto, menjelaskan bahwa drone ini mampu mengangkut 30 liter cairan pupuk atau pestisida, dan bisa menutupi setengah hektar sawah hanya dalam satu kali terbang selama 10 menit.

“Dengan waktu yang singkat, metode ini sangat efisien dan cocok untuk menghadapi pertanian modern. Petani dapat lebih cepat mencapai target sembada pangan sesuai cita-cita Presiden Prabowo Subianto,” kata Andri.
Salah seorang petani dari Pekon Kalisari, Darmadi (50), menyambut baik uji coba tersebut.
“Petani di sini belum tahu ada cara baru menggunakan drone untuk menyemprot pestisida. Cara ini lebih cepat, merata, dan diharapkan bisa meningkatkan hasil panen padi,” kata Darmadi.
Koordinator BPP Kecamatan Wonosobo, Catur Jatmiko, menambahkan bahwa ini merupakan kolaborasi keempat kalinya dengan PT. Maxxi Agri Indonesia.
“Melalui kegiatan ini, petani Wonosobo bisa menanam dengan lebih efektif dan efisien. Petani akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dan kesejahteraan meningkat,” tegasnya. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







