Prioritastv.com, Lampung Timur – Warga Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, digegerkan oleh kabar meninggalnya seorang kepala desa pada Jumat dinihari (3/4/2026). Korban diketahui berinisial Jhd (53), yang menjabat sebagai Kepala Desa Labuhanratu IV.
Korban ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar sebuah hotel kelas melati di wilayah Desa Rajabasa Lama (Tridatu), Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban datang seorang diri ke hotel tersebut pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 09.30 WIB dengan mengendarai sepeda motor. Ia kemudian memesan kamar bernomor E 04 dan langsung masuk ke dalam kamar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, petugas hotel sempat mengetuk pintu kamar untuk keperluan layanan, namun tidak mendapatkan respons. Kecurigaan meningkat ketika hingga malam hari korban tetap tidak memberikan jawaban.
Sekitar pukul 19.30 WIB, petugas hotel akhirnya membuka pintu kamar yang dalam kondisi tidak terkunci dan mendapati korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri di dalam kamar.
Petugas hotel kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak desa dan keluarga korban. Selanjutnya, korban dibawa menggunakan ambulans ke rumah sakit. Namun, saat diperiksa, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, AKP Stefanus Boyoh, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi.
“Benar, anggota sudah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana,” kata AKP Stefanus Boyoh.
Ia menjelaskan, berdasarkan analisis sementara, korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung.
“Dugaan tersebut diperkuat dengan riwayat penyakit jantung yang telah lama diderita korban,” tegasnya.
Dari lokasi kejadian, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa kemasan air mineral dan minuman suplemen.
Pihak keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
“Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan pada hari berikutnya di pemakaman setempat,” tandasnya. (*)
Saripudin, S.Kom, M.H. adalah Wartawan yang Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik.







