Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Warga Kabupaten Tanggamus dikejutkan oleh getaran gempa bumi pada Sabtu dini hari (2/5) sekitar pukul 04.36 WIB, lalu. Meski berkekuatan relatif kecil, peristiwa tersebut sempat memicu kekhawatiran sekaligus spekulasi di tengah masyarakat, termasuk dugaan keterkaitan dengan aktivitas panas bumi di wilayah Ulubelu.
Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumatera bagian selatan memang tergolong aktif secara tektonik. Sepanjang Januari hingga April 2026, tercatat puluhan kejadian gempa dengan magnitudo kecil hingga menengah.
Kondisi ini merupakan bagian dari dinamika alami bumi, mengingat Indonesia berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang dikenal sebagai kawasan dengan aktivitas gempa dan vulkanik tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara geologis, wilayah Lampung dipengaruhi oleh tiga sistem utama, yakni Zona Subduksi Sunda, Sesar Sumatera (Segmen Semangko), serta kawasan Selat Sunda. Interaksi ketiga sistem tersebut menjadi penyebab utama aktivitas gempa di wilayah ini.
Dengan karakteristik gempa kecil, fenomena ini merupakan pelepasan energi alami akibat pergerakan lempeng bumi, bukan dipicu aktivitas industri.
Menanggapi isu yang berkembang, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) melalui General Manager PGE Area Ulubelu, Edy Sudarmadinmenegaskan bahwa operasional panas bumi tidak memiliki keterkaitan dengan gempa yang dirasakan masyarakat.
“Seluruh proses produksi dilakukan sesuai standar teknis serta diawasi melalui kajian geologi dan sistem monitoring berkelanjuta,” kata Edy Sudarmadi, Selasa 5 Mei 2026.
Edy Sudarmadi mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Ia menegaskan bahwa gempa merupakan fenomena alam yang umum terjadi di wilayah dengan aktivitas tektonik tinggi seperti Indonesia.
“Tidak terdapat indikasi bahwa kegiatan geothermal menyebabkan gempa seperti yang dirasakan masyarakat. Kami memastikan seluruh operasional berjalan aman dan terus dipantau secara ketat,” tegasnya.
Pihak perusahaan juga memastikan seluruh kegiatan operasional tetap mengedepankan aspek keselamatan masyarakat, pekerja, dan lingkungan. Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan guna menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik kekayaan alam Indonesia, terdapat dinamika geologi yang terus berlangsung. Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyaring informasi dan selalu merujuk pada sumber resmi agar tidak terjebak dalam spekulasi yang menyesatkan. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







