Mocaf Diusulkan Pemkab Pringsewu Jadi Proyek Strategis Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:48

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas saat menunjukan bahan olahan Mocaf bersama Menteri PPN/Bapenas Rachmat Pambudy di Jakarta, Rabu 6 Mei 2026 | Dok. Humas Pemkab Pringsewu.

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas saat menunjukan bahan olahan Mocaf bersama Menteri PPN/Bapenas Rachmat Pambudy di Jakarta, Rabu 6 Mei 2026 | Dok. Humas Pemkab Pringsewu.

Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Kabupaten Pringsewu mulai serius mengembangkan industri tepung singkong Mocaf (Modified Cassava Flour) sebagai salah satu sektor unggulan daerah. Bahkan, pengembangan hilirisasi ubi kayu tersebut kini diusulkan Pemerintah Kabupaten Pringsewu agar masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Usulan tersebut disampaikan langsung Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas saat melakukan audiensi dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Dalam pertemuan itu, Riyanto didampingi Tenaga Ahli Bupati Prof. Dr. Ir. Achmad Subagio, Kepala Dinas Pertanian Maryanto, Kepala Dinas Kopdagprin Sulistiyo Ningsih serta Sekretaris Bapperida Siti Rahmah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain memaparkan konsep pengembangan Mocaf, Bupati Pringsewu juga membawa sejumlah sampel produk Mocaf asal Kabupaten Pringsewu serta mengenalkan berbagai potensi daerah lainnya beserta peluang pengembangannya guna memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas memaparkan konsep pengembangan industri Mocaf berbasis klaster yang terintegrasi dari hulu hingga hilir sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas singkong sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Pengembangan Mocaf ini dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir dengan pendekatan berbasis klaster,” kata Riyanto Pamungkas.

Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru serta mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di Kabupaten Pringsewu.

“Dengan pengembangan ini, kami berharap nilai tambah komoditas singkong semakin meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (*)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru