Prioritastv.com, Lampung – Selama 3 hari, ratusan penumpang KMP Mutiara Persada 3 milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) dilaporkan masih terjebak di tengah laut setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin total di perairan Kalianda, Lampung, sejak Kamis (14/5/2026).
Informasi yang diterima, kapal yang mengangkut sedikitnya 175 penumpang beserta 110 kendaraan tersebut berlayar dari Pelabuhan Cigading menuju Pelabuhan Panjang, Lampung, namun mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan.
Selain itu, keterlambatan distribusi logistik juga berdampak pada rantai pasok barang, terutama untuk kebutuhan publik dan bahan pangan yang diangkut dalam kendaraan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi di dalam kapal juga dilaporkan mulai memprihatinkan setelah tiga hari terombang-ambing di laut tanpa kepastian evakuasi. Persediaan makanan, air bersih, serta kebutuhan dasar lainnya disebut mulai menipis, termasuk bagi penumpang yang membawa anak-anak dan lansia.
Salah satu penumpang, Dedi Kurniadi (53), sopir logistik mengatakan, peristiwa bermula dari keterlambatan jadwal keberangkatan kapal yang seharusnya bertolak pada Rabu (13/5/2026) pukul 08.00 WIB. Namun, proses pemuatan kendaraan baru dilakukan pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, sebelum kapal akhirnya berangkat pada Kamis dini hari sekitar pukul 04.30 WIB.
Beberapa jam setelah berlayar, tepatnya sekitar pukul 08.00 WIB, kapal mengalami mati mesin total di tengah perairan Kalianda.
“Saat kami tanyakan kepada kru, dikonfirmasi mesin rusak berat. Awalnya dijanjikan akan ditarik ke Pelabuhan Panjang, tapi sampai hari ini belum ada kepastian. Kami masih terombang-ambing di tengah laut,” kata Dedi, Minggu 17 Mei 2026.
Para sopir ekspedisi mengaku mengalami kerugian akibat keterlambatan pengiriman barang yang berpotensi menimbulkan sanksi dari perusahaan.
“Bagaimanapun saya harus bertanggung jawab terhadap barang yang saya bawa ke perusahaan. Tapi kondisi ini membuat kami sangat dirugikan,” keluh Dedi.
Penumpang lainnya, Herman Taufik Amrullah, juga mengaku kondisi di atas kapal semakin sulit karena belum adanya tindakan evakuasi yang jelas dari pihak terkait. “Sampai sekarang belum ada tindakan yang jelas. Makanan juga sangat terbatas,” tegasnya. (*)

Jumadi adalah Pemimpin Redaksi Media Prioritastv.com, Sertifikasi Wartawan Utama tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 14808-LSPR/WU/DP/XI/2025/20/12/68







